Stockwatch.id Versi penuh
Market

IHSG Berpeluang Menguat, Bahana Sekuritas Rekomendasikan BBCA Hingga AMMN!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Senin (6/7/2026). Pergerakan IHSG diperkirakan berada di rentang...

Oleh Daiz La Ode 06 Jul 2026 08:49 3 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Senin (6/7/2026). Pergerakan IHSG diperkirakan berada di rentang 5.500 hingga 6.000.

Proyeksi tersebut disampaikan Retail Research & Investment Bahana Sekuritas, Dimas Wahyu Putra Pratama, CTA, dalam riset yang dirilis hari ini.  Ia menilai IHSG berpotensi melanjutkan penguatan. Untuk rentang mingguan, IHSG diprediksi bergerak di level 5.750 hingga 6.250. “Secara teknikal IHSG Senin 6 Juli 2026 diperkirakan akan bergerak menguat,” ujar Dimas. Sejumlah sektor dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar.  Sektor tersebut mencakup IDXTECH, IDXINFRA, IDXFIN, IDXNCYC, IDXHEALTH, IDXPROP, IDXENER, dan IDXBASIC. Pada perdagangan Jumat (3/7/2026), IHSG dibuka menguat di level 5.806,167. Indeks akhirnya ditutup naik 131,224 poin atau menguat 2,28% ke level 5.875,780. Posisi ini meningkat dari penutupan Kamis (2/7/2026) di level 5.744,556. Penguatan ini didorong aksi beli bersih (net buy) investor asing sebesar Rp6 miliar.  Saham penopang utama indeks antara lain BBCA naik 4,31%, AMMN melonjak 8,02%, DCII menguat 5,14%, ASII naik 5,02%, dan BMRI menguat 2,82%. Kondisi pasar global memberikan sentimen beragam.  Bursa Wall Street tutup untuk memperingati Independence Day. Namun, bursa Asia kompak menguat.  Hal ini didorong rilis data Nonfarm Payrolls Amerika Serikat (AS) yang tumbuh di bawah ekspektasi pasar. Data ini meredam kekhawatiran kenaikan suku bunga AS. Data PMI di China, Jepang, dan Australia juga menunjukkan level ekspansif.  Hal ini meningkatkan optimisme pertumbuhan ekonomi kawasan.  Sementara itu, harga minyak dunia bergerak mixed.  Tensi geopolitik Timur Tengah mereda dan distribusi minyak melalui Selat Hormuz berjalan lancar.  OPEC+ berencana meningkatkan produksi minyak 180.000 bph pada Agustus 2026. Dari sisi risiko investasi, premi risiko Indonesia (CDS) sedang naik.  Per awal Juli 2026, CDS tenor lima tahun mencapai 89,44 atau naik 29,82% secara year to date (YtD).  Yield SBN tenor 10 tahun berada di level 7,153%.  Meski begitu, modal asing diperkirakan tetap berpotensi masuk ke pasar domestik seiring meredanya tekanan global. Sektor energi mendapat kabar positif dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Perusahaan ini menambah pasokan batubara untuk keandalan listrik di Pulau Jawa. PLN mengamankan tambahan pasokan batubara 16,8 juta ton hingga akhir 2026. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan tambahan pasokan mencapai 1,8 juta ton untuk Juli dan 3 juta ton per bulan sejak Agustus hingga Desember. Untuk perdagangan pekan ini, Bahana Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:
  1. BBCA – ACC BUY

Stop Loss Under: Rp5.900

Target Price 1: Rp6.350 Target Price 2: Rp6.550 Current Price: Rp6.050
  1. BMRI – ACC BUY

Stop Loss Under: Rp3.800

Target Price 1: Rp4.200 Target Price 2: Rp4.400 Current Price: Rp4.010
  1. BBNI – ACC BUY

 Stop Loss Under: Rp3.100

Target Price 1: Rp3.430 Target Price 2: Rp3.620 Current Price: Rp3.250
  1. BBRI – ACC BUY

Stop Loss Under: Rp2.600

Target Price 1: Rp2.850 Target Price 2: Rp2.990 Current Price: Rp2.710
  1. CUAN – ACC BUY

Stop Loss Under: Rp585

Target Price 1: Rp630 Target Price 2: Rp650 Current Price: Rp610
  1. DSSA – ACC BUY

Stop Loss Under: Rp790

Target Price 1: Rp865 Target Price 2: Rp910 Current Price: Rp820
  1. DEWA – ACC BUY

 Stop Loss Under: Rp300

Target Price 1: Rp340 Target Price 2: Rp360 Current Price: Rp314
  1. BUMI – ACC BUY

 Stop Loss Under: Rp128

Target Price 1: Rp150 Target Price 2: Rp165 Current Price: Rp139
  1. BRMS – ACC BUY

Stop Loss Under: Rp480

Target Price 1: Rp525 Target Price 2: Rp550 Current Price: Rp498
  1. AMMN – ACC BUY

 Stop Loss Under: Rp3.350

Target Price 1: Rp3.700 Target Price 2: Rp3.900 Current Price: Rp3.500 Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi.  Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham.  Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas.  Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.  Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Topik terkait
IHSG BEI BBCA Prediksi Saham Bahana TCW