IHSG Berpotensi Rebound, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ Saham DSSA, TPIA hingga BUMI!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat atau rebound pada perdagangan Senin (22/6/2026). Pergerakan indeks diperkirak...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat atau rebound pada perdagangan Senin (22/6/2026). Pergerakan indeks diperkirakan berada di rentang Rp6.000 hingga Rp6.350.
Proyeksi tersebut disampaikan Retail Research & Investment Bahana Sekuritas, Dimas Wahyu Putra Pratama, CTA, dalam riset yang dirilis hari ini. Ia menilai arah pergerakan IHSG masih didukung oleh sentimen teknikal yang positif.
“Secara teknikal IHSG Senin 22 Juni 2026 diperkirakan akan bergerak menguat,” ujar Dimas.
Sejumlah sektor dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar. Sektor tersebut mencakup IDXTECH, IDXPROP, IDXINFRA, IDXNCYC, IDXFIN, IDXTRANS, IDXENER, dan IDXHEALTH.
Meski dibuka melemah di level 6.161,456, IHSG pada perdagangan saham Jumat (19/6/2026) berhasil menguat tipis. IHSG ditutup naik 4,798 poin atau naik tipis 0,08% ke level 6.177,139. Posisi ini naik dari penutupan Kamis (18/6/2026) di level 6.172,340.
Penguatan ini ditopang oleh beberapa saham utama. Di antaranya adalah MORA yang melonjak 20,00%, BBCA naik 3,70%, BYAN menguat 13,40%, DSSA naik 8,97%, dan SRAJ melonjak 9,73%. Namun, investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau nett sell sebesar Rp3.194 miliar.
Kondisi pasar global memberikan pengaruh beragam. Bursa Wall Street ditutup libur untuk memperingati Hari Kemerdekaan Nasional Juneteenth. Sementara itu, bursa Asia mayoritas melemah karena ketidakjelasan perdamaian Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Selain itu, ada aksi ambil untung atau profit taking pada saham teknologi. Sinyal dari Federal Reserve juga membuat pasar berekspektasi suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama. Harga minyak dunia pun bergerak naik turun karena kekhawatiran gangguan distribusi di Selat Hormuz.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan memperketat aturan transaksi valuta asing (valas). Mulai 1 Juli 2026, BI menurunkan batas transaksi valas tanpa dokumen pendukung dari USD 25.000 menjadi USD 10.000.
Langkah ini bertujuan untuk menekan aksi spekulasi. Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono menyebut kebijakan ini terbukti mendorong transaksi yang sesuai kebutuhan ekonomi riil.
“Dokumen tersebut bertujuan untuk melakukan pengawasan transaksi valas benar-benar ditujukan untuk menunjang aktivitas ekonomi sektor riil,” kata Thomas.
Selain aturan valas, program biodiesel 50% atau B50 juga akan dimulai pada 1 Juli 2026. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memastikan pasokan bahan baku sudah siap. Ketua Umum Gapki, Eddy Martono menyebut kebutuhan minyak sawit mentah (CPO) untuk program ini mencapai 1,74 juta ton selama enam bulan ke depan.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani menambahkan koordinasi terus dilakukan untuk memastikan pasokan. Program B50 ini diprediksi bisa menghemat devisa negara hingga Rp172 triliun per tahun.
Untuk pasar obligasi, beberapa seri seperti FR0109, FR0108, FR0106, dan FR0107 masih menjadi perhatian dengan tingkat imbal hasil (yield) yang menarik. Sementara di instrumen reksa dana, produk seperti Capital Fixed Income Fund mencatat imbal hasil satu tahun sebesar 7,21%. Untuk reksa dana pasar uang, Henan Ultima Money Market memberikan imbal hasil 5,27%.
Untuk perdagangan sepanjang pekan ini, Bahana Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:
1. DSSA – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp800
-
Target Price 1: Rp900
-
Target Price 2: Rp950
-
Current Price: Rp850
2. CDIA – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp670
-
Target Price 1: Rp735
-
Target Price 2: Rp775
-
Current Price: Rp695
3. TPIA – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp1.050
-
Target Price 1: Rp2.180
-
Target Price 2: Rp2.300
-
Current Price: Rp2.060
4. CUAN – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp645
-
Target Price 1: Rp720
-
Target Price 2: Rp750
-
Current Price: Rp680
5. APEX – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp127
-
Target Price 1: Rp138
-
Target Price 2: Rp145
-
Current Price: Rp131
6. ELSA – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp535
-
Target Price 1: Rp590
-
Target Price 2: Rp615
-
Current Price: Rp565
7. AADI – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp7.700
-
Target Price 1: Rp8.200
-
Target Price 2: Rp8.525
-
Current Price: Rp7.875
8. BUMI – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp160
-
Target Price 1: Rp178
-
Target Price 2: Rp191
-
Current Price: Rp168
9. BRMS – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp630
-
Target Price 1: Rp690
-
Target Price 2: Rp725
-
Current Price: Rp660
10. PSAB – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp420
-
Target Price 1: Rp458
-
Target Price 2: Rp476
-
Current Price: Rp440
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.