Minggu, Januari 11, 2026
25.8 C
Jakarta

IHSG Diramal Kembali Menguat, Pilarmas Sekuritas Rekomendasikan Beli SCMA, SSIA, hingga EMTK

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencetak sejarah dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high). Fenomena ini terjadi pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026). Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi laju indeks komposit masih akan menguat pada hari ini, Rabu (7/1/2026).

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, mengamati pergerakan IHSG saat ini. Menurutnya, posisi rekor ini tercapai lebih cepat dari proyeksi awal. Meski begitu, pergerakan indeks hari ini diperkirakan akan cenderung terbatas.

IHSG diprediksi akan bergerak pada rentang level support 8.760 dan resistance 9.000. Maximilianus memberikan penjelasan mengenai potensi teknikal pasar.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.760 – 9.000,” ujarnya.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG tampil perkasa dengan melonjak 74,42 poin atau menguat 0,84%. Indeks parkir di level 8.933. Sektor transportasi dan logistik menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan sebesar 6,56%. Sebaliknya, sektor keuangan justru melemah 0,87% dan berada di posisi terendah.

Sejumlah sentimen global turut memengaruhi optimisme investor. Tiongkok dikabarkan berencana menggelontorkan dana belanja masyarakat senilai 51 miliar USD. Langkah ini bertujuan meningkatkan konsumsi dan investasi guna melindungi ekonomi mereka dari tantangan eksternal.

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) Tiongkok juga mengalokasikan 295 miliar Yuan atau 42 miliar USD pada 2026. Dana tersebut disiapkan untuk inisiatif strategis dan keamanan nasional. Selain itu, pemerintah Tiongkok mendukung program tukar-tambah barang konsumsi senilai 300 miliar Yuan per tahun.

Dari dalam negeri, kabar positif datang dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Lembaga ini berencana melakukan groundbreaking lima proyek hilirisasi senilai Rp 100 triliun atau 6 miliar USD pada awal Februari 2026. Rencana besar tersebut sudah disampaikan oleh CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, kepada Presiden Prabowo Subianto.

Proyek hilirisasi ini diprediksi memberikan sentimen positif bagi emiten tambang, energi, hingga infrastruktur. Emiten nikel, bauksit, dan tembaga berpeluang mengalami peningkatan permintaan domestik seiring percepatan proyek ini. Selain itu, proyek Waste to Energy juga menjadi fokus untuk memberikan nilai tambah ekonomi dan lingkungan.

Di sisi lain, investor global tengah menanti rilis data ekonomi Amerika Serikat. Nanti malam, pasar akan memantau data US Services Index dan JOLTS Job Openings. Data ini diprediksi akan menjadi penggerak pasar untuk perdagangan esok hari.

Melihat kondisi tersebut, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk dikoleksi. Berikut adalah daftar saham yang layak dicermati pada perdagangan hari ini:

  1. SCMA – BUY
  • Last Price: Rp 354
  • Support: Rp 330
  • Resistance: Rp 370
  • Target: Rp 368
  1. SSIA – BUY
  • Last Price: Rp 1.830
  • Support: Rp 1.775
  • Resistance: Rp 1.920
  • Target: Rp 1.915
  1. EMTK – BUY
  • Last Price: Rp 1.125
  • Support: Rp 1.060
  • Resistance: Rp 1.160
  • Target: Rp 1.155
- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Diprediksi Menguat, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ NICL, BUMI, DEWA hingga RATU!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Investor Telkom (TLKM) Melejit di Akhir 2025, Danantara Genggam Kendali 52,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru