Stockwatch.id Versi penuh
Market

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas: Beli TINS dan MEDC

Oleh Daiz La Ode 05 Aug 2026 07:38 4 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Indeks melesat +1,37% atau naik ke level 6.319,61.

Data perdagangan memperlihatkan sebanyak 399 saham mengalami kenaikan harga. Sebanyak 224 saham tercatat turun dan 170 saham tidak bergerak atau stagnan. Di pasar global, bursa Amerika Serikat juga kompak menguat dengan Dow Jones naik +1,71% ke level 54.085,88.

Menurut Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, membaiknya sentimen domestik dan global menjadi pendorong utama. Optimisme terhadap musim laporan keuangan (earning season) semester I 2026 menunjukkan kinerja solid. Utamanya pada sektor perbankan dan komoditas.

Reza mengatakan, meredanya kekhawatiran geopolitik turut memberikan angin segar bagi pasar. Hal ini terjadi setelah adanya perkembangan positif dalam perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait jalur pelayaran Selat Hormuz. Investor kini menantikan rilis PDB Indonesia kuartal II 2026 yang diproyeksikan tumbuh 5,3% secara tahunan atau YoY.

Secara teknikal, pergerakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan. Area resistance indeks saat ini berada pada rentang 6.400 hingga 6.420. Untuk area support, ia memproyeksikan berada di level 6.270 sampai 6.200.

"IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan support 6.270–6.200 dan resistance 6.400–6.420. Namun, karena indeks telah memasuki area supply 6.320–6.400, potensi profit taking jangka pendek tetap perlu diwaspadai meski tren bullish masih terjaga selama bertahan di atas area support," ujar Reza dalam risetnya, Rabu (5/8/2026).

Fokus pasar juga tertuju pada rencana pemerintah menambah injeksi dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan. Langkah ini diharapkan menjaga likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil. Selain itu, pertumbuhan penjualan mobil yang melonjak 32% menjadi bukti daya beli masyarakat kelas menengah ke atas masih solid.

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:

1. BUY STOCKPICK - TINS (PT TIMAH Persero Tbk)

Technical Summary:
TINS masih mempertahankan momentum bullish setelah breakout area Rp3.740. Hal ini didukung harga yang bertahan di atas MA20 dan MACD yang bergerak positif. Peluang penguatan ke rentang Rp3.890–Rp4.020 masih terbuka lebar selama support Rp3.740 terjaga.

Sentimen Tambahan:
TINS mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,71 triliun. Capaian ini melampaui target laba bersih sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1,61 triliun atau setara 169% dari target tahunan.

Trading Plan (Swing Trade):
Buy: Rp3.600 - Rp3.750
R1: Rp3.890
R2: Rp4.020
SL < Rp3.580

2. BUY STOCKPICK - BRMS (PT Bumi Resources Minerals Tbk)

Technical Summary:
BRMS masih bergerak dalam fase konsolidasi di atas area support Rp523–Rp545. Peluang rebound tetap terjaga. Jika mampu menembus resistance Rp605, penguatan berpotensi berlanjut menuju Rp640–Rp690.

Sentimen Tambahan:
BRI Danareksa menurunkan target harga saham BRMS menjadi Rp700. Keputusan ini diambil setelah laba bersih semester I 2026 turun 44%.

Trading Plan (Swing Trade):
Buy: Rp540 - Rp580
R1: Rp605
R2: Rp640
SL < Rp520

3. BUY STOCKPICK - MEDC (PT Medco Energi International Tbk)

Technical Summary:
MEDC masih mempertahankan tren naik dengan support kuat di area Rp1.310. Meski menghadapi resistance dinamis MA200 di sekitar Rp1.400. Jika menembus Rp1.400, peluang penguatan lanjutan akan semakin terbuka.

Sentimen Tambahan:
MEDC tancap gas mengeksplorasi 4 sumur baru di kuartal III 2026. Emiten migas milik keluarga Panigoro ini menggelontorkan biaya eksplorasi sejumlah USD54,5 Juta di Blok Corridor dan Blok Madura Offshore.

Trading Plan (Day Trade):
Buy: Rp1.340 - Rp1.370
R1: Rp1.400
R2: Rp1.440
SL < Rp1.300

4. SELL STOCKPICK - TMPO (PT Tempo Indonesia Tbk)

Technical Summary:
TMPO gagal mempertahankan breakout setelah mendapat tekanan jual di area resistance Rp141–Rp154. Pergerakan berpotensi melanjutkan konsolidasi dengan support terdekat di Rp117 selama belum kembali ke atas Rp141.

Sentimen Tambahan:
TMPO membukukan rugi bersih pada kuartal II 2026 sebesar Rp5,8 miliar. Angka ini membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencetak kerugian sebesar Rp6,6 miliar.

Trading Plan (SELL):
Last Price: Rp130
Next Support : Rp125

Selain saham di atas, BRI Danareksa Sekuritas memberikan update fundamental untuk ANTM dengan TP Rp4.800 dan INCO dengan TP Rp8.000. Untuk sektor telekomunikasi, saham WIFI diberikan TP Rp4.400 dan EXCL dengan TP Rp4.100. Saham BBRI juga menjadi sorotan karena volume transaksi QRIS melonjak 76% YoY menjadi Rp30,5 triliun pada kuartal I 2026.

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.


Topik terkait
IHSG rekomendasi saham BRI Danareksa TINS tren bullish Indeks Harga Saham Gabungan IHSG BEI