Sabtu, Januari 10, 2026
27.2 C
Jakarta

IHSG Terbang 22,13% Sepanjang 2025, OJK: Pasar Modal Indonesia Cetak Kinerja Solid

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pasar modal Indonesia sukses menutup tahun 2025 dengan rapor hijau. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertengger di level 8.646,94 pada 31 Desember 2025. Angka ini menunjukkan penguatan sebesar 22,13% secara year-on-year (YoY).

Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyampaikan kabar baik tersebut. Kondisi pasar yang bergairah ini sejalan dengan stabilitas ekonomi nasional. Sentimen positif di pasar keuangan global juga ikut memberikan dorongan kuat.

“Sejalan dengan terjaganya kinerja perekonomian nasional dan sentimen positif di pasar keuangan global, pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid,” ujar Inarno dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) di Jakarta, Jumat (9/1).

Sepanjang tahun lalu, IHSG berhasil memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa sebanyak 24 kali. Level tertinggi atau all-time high (ATH) tercatat di angka 8.710,70 pada 8 Desember 2025. Pada tanggal yang sama, nilai kapitalisasi pasar juga menyentuh level tertinggi mencapai Rp16.000 triliun.

Indeks sektoral lainnya juga mencatatkan pertumbuhan. Indeks LQ45 tumbuh 2,41% dan indeks IDX80 naik 10,07%. Selain itu, likuiditas transaksi di bursa saham domestik menunjukkan kenaikan pesat.

Rerata nilai transaksi harian (RNTH) saham bulanan pada Desember 2025 menyentuh rekor Rp27,19 triliun. Nilai transaksi harian konsisten berada di atas Rp20 triliun sejak 20 Agustus 2025. Secara keseluruhan, RNTH tahun 2025 mencapai Rp18,07 triliun. Nilai ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar Rp12,85 triliun.

Kenaikan likuiditas ini dipicu oleh peran aktif investor ritel domestik. Proporsi transaksi investor ritel melonjak signifikan. Sebelumnya, porsi mereka hanya 38% di tahun 2024. Kini, investor ritel menguasai 50% transaksi di tahun 2025.

Investor asing juga mulai mengguyur pasar saham Indonesia dengan dana segar. Selama Desember 2025, asing membukukan beli bersih atau net buy senilai Rp12,24 triliun. Namun, secara akumulasi sepanjang tahun 2025, investor asing masih mencatatkan jual bersih atau net sell senilai Rp17,34 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

Ekspansi Rumah Tapak, Pengendali Diamond Citra (DADA) Akuisisi PKSI Rp174,8 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk...

UBS AG London Lepas 289,6 Juta Saham BUMI, Raup Rp133,81 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – UBS AG London mengurangi porsi kepemilikan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru