Indah Kiat Pulp and Paper Tawarkan Surat Utang Rp3 Triliun, Penawaran Awal Digelar pada 8-19 Juli 2022
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Surat Utang (SU) PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) senilai Rp3 triliun akan ditawarkan kepada investor pada 2 Agustus 2022. SU ini terdiri atas Rp2 triliun Obligasi Ber...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Surat Utang (SU) PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) senilai Rp3 triliun akan ditawarkan kepada investor pada 2 Agustus 2022. SU ini terdiri atas Rp2 triliun Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2022, dan Sukuk Mudharabah II Tahap I Tahun 2022 senilai Rp1 triliun. Penawaran awal SU dilakukan pada 8-19 Juli 2022.
Dalam prospektus INKP yang diumumkan, Jumat (8/7), disebutkan, obligasi ini terdiri atas seri A, B dan C dengan tenor masing-masing 370 hari, tiga tahun dan lima tahun. Adapun Sukuk Mudharabah terdiri atas seri A, B dan C dengan tenor masing-masing 370 hari, tiga tahun dan lima tahun.
Menurut Direksi INKP, sebesar 60% dana Obligasi untuk pembayaran utang INKP. Sebesar 60% dana Sukuk Mudharabah untuk kegiatan usaha INKP. Sisanya 40% masing-masing dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah untuk modal kerja INKP.
Obligasi dan Sukuk Mudharabah INKP ini akan dicatatkan di BEI pada 8 Agustus 2022. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerbitakan pernyataan efektif untuk Obligasi dan Sukuk Mudharabah INKP ini pada 29 Juli 2022.
Dalam rangka penawaran umum berkelanjutan Obligasi dan Sukuk Mudharabah ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan obligasi idA+ (single A plus) untuk obligasi dan idA+(sy) (single A plus syariah) untuk Sukuk Mudharabah.
- Direktur CASH Mundur, Willy Chandry Ambil Alih Tugas Sementara
- Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara Luncurkan AgriPost, Bidik 20 Outlet dan 5...
- Suspensi Dicabut, Saham ASMI Kembali Diperdagangkan di BEI
- Kinerja KPIG Semester I 2026 Melesat, Pendapatan Naik 15,5% Ditopang Bisnis Hosp...
- Pendapatan dan Laba BHIT Kompak Turun di Semester I 2026, Ini Penyebabnya
- Direktur CASH Mundur, Willy Chandry Ambil Alih Tugas Sementara
- Suspensi Dicabut, Saham ASMI Kembali Diperdagangkan di BEI
- IHSG Dibuka Naik 0,25% ke Level 6.251,710, Saham AMMN Melonjak 3,90%
- Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara Luncurkan AgriPost, Bidik 20 Outlet dan 5...
- Kinerja KPIG Semester I 2026 Melesat, Pendapatan Naik 15,5% Ditopang Bisnis Hosp...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Penjualan Naik Signifikan, Laba Bersih Delta Giri Wacana (DGWG) Melesat 93% di S...
- Laba Bersih SMBC Indonesia (BTPN) Melesat 41,7% ke Rp1,75 Triliun di Semester I-...