STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), kembali menahan suku bunga acuan atau Federal Funds Rate (FFR). Keputusan tersebut telah disepakati dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berakhir pada Rabu (18/3/2026) waktu setempat atau Kamis (19/3/2026).
The Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50% hingga 3,75%. Langkah ini diambil di tengah aktivitas ekonomi yang terpantau masih tumbuh solid. Indikator ekonomi terbaru mencerminkan aktivitas ekonomi terus berkembang dengan laju yang cukup kuat.
Sayangnya, laporan resmi The Fed menyebutkan penambahan lapangan kerja tetap rendah. Tingkat pengangguran juga tidak mengalami banyak perubahan dalam beberapa bulan terakhir. Namun, inflasi dinilai masih berada di level tinggi.
The Fed berkomitmen mencapai target inflasi jangka panjang sebesar 2%. Saat ini, ketidakpastian prospek ekonomi masih menyelimuti pasar global. Salah satu faktor pemicunya adalah perkembangan situasi di Timur Tengah.
“Komite berkomitmen kuat mengembalikan inflasi ke sasaran 2%,” tulis FOMC dalam rilis resminya.
Dalam menentukan langkah kebijakan ke depan, The Fed akan mencermati data ekonomi yang masuk. Komite juga mempertimbangkan keseimbangan risiko dan perkembangan prospek ekonomi. Hal ini mencakup kondisi pasar tenaga kerja, tekanan inflasi, hingga perkembangan finansial internasional.
The Fed menegaskan kesiapannya untuk menyesuaikan sikap kebijakan moneter jika diperlukan. Langkah tersebut akan diambil jika muncul risiko yang menghambat pencapaian target kerja maksimum dan stabilitas harga.
Keputusan moneter ini didukung oleh Ketua The Fed Jerome H. Powell dan Wakil Ketua John C. Williams. Sembilan anggota komite lainnya juga menyetujui langkah tersebut.
Mereka adalah Michael S. Barr, Michelle W. Bowman, Lisa D. Cook, dan Beth M. Hammack. Pejabat lainnya yakni Philip N. Jefferson, Neel Kashkari, Lorie K. Logan, Anna Paulson, serta Christopher J. Waller.
Meski demikian, keputusan ini tidak diambil secara bulat. Terdapat satu penolakan dari anggota komite Stephen I. Miran. Ia memberikan suara menentang tindakan penahanan suku bunga ini. Miran lebih memilih penurunan target suku bunga acuan sebesar 0,25% pada pertemuan tersebut.
