STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Intiland Development Tbk (DILD) akhirnya buka suara terkait kabar kerja sama dengan ION Network. Manajemen memberikan klarifikasi atas permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai pemberitaan media massa tersebut.
Sekretaris Perusahaan Intiland, Theresia Rustandi menjelaskan, kolaborasi ini tidak dilakukan secara langsung oleh perseroan. Kerja sama terjalin melalui entitas anak usaha mereka, yakni PT Intiland Alfa Rendita.
Kedua belah pihak sepakat membentuk perusahaan patungan atau joint venture. Perusahaan baru tersebut diberi nama PT Inti Arunika Persada.
“Kerja sama pembentukan perusahaan joint venture PT Inti Arunika Persada tidak memenuhi kriteria fakta material,” ujar Theresia dalam surat penjelasannya kepada BEI, tertanggal 11 Februari 2026.
Terkait struktur kepemilikan, Theresia merinci pembagian saham dalam usaha patungan ini. PT Intiland Alfa Rendita dan ION Network masing-masing memegang porsi kepemilikan sebesar 50%.
Manajemen menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan nilai aset properti milik Intiland. Aset-aset tersebut akan diperluas fungsinya agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar, khususnya di sektor teknologi informasi.
Mengenai dampak keuangan, Intiland menilai pembentukan usaha patungan ini belum bersifat material. Hal ini tidak akan mempengaruhi kelangsungan bisnis perusahaan secara jangka panjang. Perseroan mengaku sudah melakukan kajian risiko dan kelayakan bisnis layanan pusat data tersebut.
Kerja sama ini dinilai sebagai sinergi yang saling menguntungkan. Intiland membawa pengalaman dan aset properti, sementara ION Network memiliki keahlian dalam pengembangan data center.
“Kolaborasi ini diharapkan akan menguatkan nilai perusahaan dan meningkatkan nilai properti secara jangka panjang,” tambah Theresia.
Menutup keterangannya, Theresia memastikan tidak ada informasi atau kejadian penting lainnya yang dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.
