back to top

Investor Ambil Untung, Harga Emas Dunia Terkoreksi Usai Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah baru pada perdagangan Kamis (30/1/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (31/1/2026) WIB. Logam mulia ini sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa sebelum akhirnya melemah akibat aksi ambil untung investor. Meski terkoreksi, harga emas tetap berada di jalur kenaikan bulanan terbaik sejak tahun 1980-an.

Mengutip CNBC International, harga emas spot ditutup turun 1,3% ke posisi USD 5.330,20 per ons troi. Harga logam kuning ini sempat anjlok lebih dari 5% hingga menyentuh level terendah harian USD 5.109,62. Penurunan terjadi setelah emas mencapai puncak rekor di level USD 5.594,82 pada sesi yang sama.

Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Februari menetap 0,3% lebih rendah pada level USD 5.318,40. Ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik yang tinggi masih menjadi penyokong kuat harga emas. Sepanjang bulan ini, harga emas spot tercatat masih tumbuh sekitar 24%.

David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, memberikan analisanya terkait pergerakan pasar. Ia melihat adanya tekanan jual yang besar setelah harga mencapai titik tertinggi.

“Kami melihat aksi jual dramatis setelah logam mulia mencatat rekor tertinggi sepanjang masa baru-baru ini,” ujar David Meger.

Bank investasi UBS menaikkan proyeksi harga emas menjadi USD 6.200 untuk tiga kuartal pertama tahun ini. Namun, mereka memperkirakan harga akan melandai ke posisi USD 5.900 pada akhir 2026. Permintaan emas kini terpantau semakin meluas mulai dari sektor kripto hingga bank sentral.

Brian Lan, Managing Director GoldSilver Central, menjelaskan daya tarik logam mulia di mata investor saat ini. Menurutnya, emas sedang menjadi primadona di pasar global.

“Logam mulia sangat menjadi pusat perhatian dan investor selalu suka pergi ke tempat yang bisa memberi imbal hasil tinggi,” kata Brian Lan.

CEO grup kripto Tether berencana mengalokasikan 10% sampai 15% portofolio investasinya ke emas fisik. Selain itu, simpanan di SPDR Gold Trust kini mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir. Ketidakpastian geopolitik juga meningkat usai Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk menegosiasikan kesepakatan nuklir.

Teheran merespons dengan ancaman pembalasan terhadap AS, Israel, dan para sekutunya. Di sisi kebijakan moneter, Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tetap stabil. Investor kini menanti pengumuman Trump mengenai pengganti Jerome Powell sebagai Ketua bank sentral.

Masa jabatan Jerome Powell akan berakhir pada bulan Mei mendatang. Para pelaku pasar memperkirakan The Fed baru akan mulai memangkas suku bunga pada Juni nanti. Kondisi ini turut memengaruhi pergerakan aset-aset aman lainnya.

Harga perak spot melemah 2,1% ke level USD 114,141 per ons troi setelah sempat menyentuh USD 121,64. Meskipun turun tipis, perak telah melonjak lebih dari 60% sepanjang bulan ini. Kenaikan tersebut dipicu oleh defisit pasokan dan aksi beli momentum yang masif.

Guy Wolf, Kepala Analisis Pasar Global di Marex, menyoroti kerentanan pasar perak, platinum, dan paladium. Ia menilai pasar-pasar ini jauh lebih kecil dibandingkan pasar emas atau indeks S&P 500. Hal tersebut membuat harga logam-logam ini rentan terhadap aliran dana spekulatif.

Ia menegaskan harga saat ini sudah tidak mencerminkan kondisi permintaan fisik yang sebenarnya. Menurutnya, harga-harga tersebut telah “benar-benar terlepas dari tempat permintaan fisik yang kuat,” tegas Guy Wolf.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ancaman Serangan Militer AS ke Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Terbang 3%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak lebih dari...

Harga Emas Dunia Terbang ke Rekor Baru USD 5.276 Setelah Keputusan Suku Bunga The Fed

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah...

Trump Kirim Armada Besar ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 1%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia berakhir menguat pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru