STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp256,51 miliar (Rp141,07 per saham) pada 2025. Perolehan ini tumbuh 20,87% jika dibandingkan Rp212,22 miliar (Rp116,71 per saham) pada 2024.
Laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 mencatat pendapatan operasi mencapai Rp929,96 miliar. Nilai tersebut naik 12,78% dari Rp824,60 miliar pada tahun sebelumnya.
Kontributor utama pendapatan IPCC berasal dari pelayanan jasa terminal yang menyumbang Rp834,98 miliar. Sementara itu, pelayanan jasa barang berkontribusi sebesar Rp75,81 miliar. Sisanya berasal dari pelayanan rupa-rupa usaha serta pengusahaan tanah, bangunan, air, dan listrik.
Dua pelanggan utama yang memberikan kontribusi pendapatan lebih dari 10% adalah PT Bandar Krida Jasindo senilai Rp230,58 miliar. Selanjutnya, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia menyumbang Rp95,80 miliar.
Branch Tanjung Priok masih menjadi penyumbang utama pendapatan Perseroan mencapai 91% atau Rp842,55 miliar. Adapun penguatan peran terminal satelit di berbagai wilayah strategis Indonesia berkontribusi sebesar 9% atau Rp85,15 miliar. Dari sisi komposisi bisnis, segmen Completely Built Up (CBU) tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan mencapai Rp697,66 miliar, diikuti oleh segmen alat berat sebesar Rp82,67 miliar serta truck/bus sebesar Rp77,31 miliar.
Pertumbuhan kinerja IPCC juga didorong oleh akselerasi tren kendaraan listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV), yang menjadi salah satu katalis utama pertumbuhan perseroan di tahun 2025. IPCC berhasil melayani lebih dari 101.731 unit kendaraan listrik, dengan dominasi merek asal Tiongkok yang menyumbang lebih dari 80.000 unit.
“Sepanjang tahun 2025, IPCC berhasil memperluas layanan melalui penambahan kapasitas melalui PDC, integrasi layanan logistik, in-land transportation dan optimalisasi lahan-lahan idle di sekitar perseroan untuk menampung lonjakan kargo yang melalui terminal kami,” ujar Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Kenaikan pendapatan diikuti oleh beban pokok pendapatan yang bertambah 11,24% menjadi Rp530,70 miliar pada 2025. Sebelumnya, beban pokok tercatat Rp477,08 miliar pada 2024. Meski demikian, laba bruto tetap tumbuh menjadi Rp399,26 miliar dari Rp347,52 miliar.
Beban umum dan administrasi juga mengalami peningkatan menjadi Rp95,81 miliar dari sebelumnya Rp89,42 miliar. Sementara itu, beban keuangan tercatat sebesar Rp34,12 miliar, naik tipis dari Rp31,79 miliar pada 2024. Akumulasi kinerja ini mendorong laba usaha IPCC tumbuh 17,25% menjadi Rp300,86 miliar.
Dari sisi neraca, IPCC memiliki total aset sebesar Rp2,06 triliun per 31 Desember 2025. Angka ini meningkat 11,21% dibandingkan posisi aset per Desember 2024 yang sebesar Rp1,85 triliun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan Kas dan Setara Kas IPCC mencapai Rp 1,08 Triliun yang naik sebesar 33,55%.
Jumlah liabilitas IPCC pada akhir 2025 tercatat Rp697,43 miliar. Adapun total ekuitas Perseroan meningkat menjadi Rp1,36 triliun dari posisi Rp1,28 triliun pada tahun sebelumnya.
