back to top

Iran Tutup Selat Hormuz, Bursa Saham Asia Kompak Runtuh, Kospi Jatuh Terdalam

STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak berguguran pada penutupan perdagangan Selasa (3/3/2026). Investor merespons negatif konflik di Iran yang terus memanas hingga hari keempat. Sentimen penghindaran risiko melanda para pelaku pasar.

Mengutip CNBC International, indeks Kospi di Korea Selatan mencatat hari terburuknya dalam 19 bulan terakhir. Indeks ini anjlok 7,24% dan berakhir di posisi 5.791,91. Kehancuran ini terjadi tepat saat perdagangan kembali dibuka setelah libur nasional.

Penurunan Kospi dipimpin oleh jatuhnya saham raksasa teknologi. Saham Samsung Electronics merosot hampir 10%. Saham SK Hynix juga terperosok hingga 12%.

Saham Samsung terpuruk akibat terungkapnya sebuah laporan penundaan produksi. Jadwal produksi massal di pabrik Amerika Serikat (AS) milik Samsung di Taylor, Texas, terpaksa diundur. Target produksi bergeser dari tahun ini menjadi tahun 2027.

Meski indeks utama hancur, sektor pertahanan Korea Selatan justru melonjak tajam. Beberapa saham perusahaan pertahanan meroket lebih dari 20%.

Kekhawatiran pasar Asia diperparah oleh lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak terus naik setelah Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka AS naik 2,16% menjadi USD 72,78 per barel. Minyak mentah Brent ikut terkerek 2,78% ke posisi USD 79,91 per barel.

“Lebih dari 14 juta barel per hari transit melalui Selat tersebut secara rata-rata pada tahun lalu, menyumbang hampir sepertiga dari keseluruhan ekspor minyak mentah lintas laut dunia,” ungkap data Kpler.

Bursa saham Jepang ikut terseret arus negatif ini. Indeks Nikkei 225 anjlok 3,06% menjadi 56.279,1. Penurunan ini banyak dibebani oleh jatuhnya saham sektor barang konsumsi siklikal. Indeks Topix juga turun 3,24% menjadi 3.772,17.

Pasar saham China tidak luput dari tekanan jual. Indeks CSI 300 di China daratan turun 1,54% dan ditutup pada level 4.655,9. Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 1,25% pada jam terakhir perdagangan.

Bursa Australia turut memerah. Indeks S&P/ASX 200 turun 1,34% dan berakhir di posisi 9.077,3. Padahal sehari sebelumnya bursa ini sempat mencatat sedikit kenaikan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Intermediasi Perbankan Positif, Kredit Tumbuh 9,96% Jadi Rp8.557 Triliun pada Januari 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerja...

OJK, RNTH Bulanan Konsisten Berada di Atas Rp20 Triliun sejak Agustus 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tekanan...

Ekspansi Bisnis, Bukaka Teknik (BUKK) Dirikan Entitas Anak Bidang Pengolahan dan Pengadaan Gas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bukaka Teknik UtamaTbk (BUKK) bersama dengan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru