STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan emiten operator jalan tol yakni, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) cenderung menurun sepanjang tahun 2025. Pendapatan maupun laba JSMR kompak turun. Penurunan laba tersebut disebabkan antara lain oleh meningkatnya beban operasi dan beban pajak penghasilan Perseroan.
Berdasarkan Laporan Keuangan per Desember 2025 yang dipublikasikan, Selasa 3 Maret 2026, JSMR mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp3,65 triliun (Rp504 per saham) pada tahun 2025, turun 19,26% jia dibandingkan Rp4,53 triliun (Rp625 per saham) pada tahun 2024.
Pendapatan bersih emiten pengelola jalan tol ini turun 5,87% menjadi Rp29,89 triliun pada 2025, dari Rp31,75 triliun pada tahun 2024. Pendapatan JSMR tahun 2025 didominasi oleh bisnis jalan tol dengan kontribusi sebesar Rp18,15 triliun, atau sekitar 60,73% dari total pendapatan. Adapun pendapatan konstruksi menyumbang Rp10,07 triliun, dan pendapatan usaha lainnya Rp1,65 triliun.
Manajemen Perseroan berhasil menekan turun beban pokok pendapatan sebesar 11,45%, dari Rp20,44 triliun pada 2024,, menjadi Rp18,10 triliun pada tahun 2025. Penurunan beban pokok mendorong laba kotor JSMR tumbuh 4,2% menjadi Rp11,78 triliun pada 2025 dibanding Rp11,31 triliun pada tahun 2024.
Pada saat yang sama, beban umum dan administrasi JSMR naik 6,33% jadi Rp2,48 triliun, dari Rp2,33 triliun. Adapun biaya keuangan turun 10,49%, dari Rp4,02 triliun pada 2024 menjadi Rp3,6 triliun tahun 2025. Ini mendorong laba sebelum pajak JSMR tumbuh 10,24% jadi Rp6,35 triliun pada 2025, dari Rp5,76 triliun.
Total aset JSMR per Desember 2025 sebesar Rp159,99 triliun, naik 7,58% dari Rp148,71 triliun per Desember 2024. Jumlah liabilitas dan ekuitas JSMR dalam periode sama , masing-masing Rp97,63 triliun dan Rp62,36 triliun. (konrad)
