Jeffrey Hendrik: Dari Arsitek Bursa Karbon (IDXCarbon) Menuju Kursi Nomor Satu BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Jeffrey Hendrik bukan nama asing di koridor Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Sosok yang baru saja ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai calon Direktur Utama BEI p...

Jeffrey Hendrik: Dari Arsitek Bursa Karbon (IDXCarbon) Menuju Kursi Nomor Satu BEI
Bacakan Artikel

Jejaring Jeffrey tidak hanya terbatas di pasar domestik. Ia aktif dalam kancah internasional untuk memperkuat posisi bursa karbon global. Ia tercatat mengikuti studi komparatif tentangย Carbon Pricingย di Inggris pada 2022 dan 2024.

"Perluasan kolaborasi strategis, benchmarking, dan pengembangan strategi perdagangan karbon global," tulis Jeffrey dalam catatan pengalamannya saat berpartisipasi dalam Conference of the Parties (COP30) di Belรฉm, Brasil.

Komitmennya pada pembaruan ilmu terlihat dari pendidikan non-formal yang ia tempuh. Pada November 2025, ia menyelesaikan programย Strategy & Strategic Planningย di Oxford Management Centre. Ia juga aktif dalam berbagai kelompok kerja strategis, termasuk Task Force Keuangan Berkelanjutan di OJK.

Saat ini, Jeffrey mengemban amanah sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI sejak Januari 2026. Penunjukan resminya oleh OJK untuk periode penuh empat tahun ke depan dinilai banyak pihak sebagai langkah keberlanjutan. Jeffrey dianggap sosok paling tepat untuk mengawal transformasi digital dan program Net Zero Incubator di pasar modal.

Kepemimpinan Jeffrey Hendrik diharapkan membawa wajah baru bursa yang lebih inklusif dan modern. Tantangannya ke depan adalah menjaga likuiditas pasar di tengah ketidakpastian global, sembari tetap memacu pertumbuhan investor domestik. Dengan rekam jejak yang solid, Jeffrey siap menakhodai BEI menuju era baru bursa kelas dunia.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2