STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multipolar Tbk (MLPL), pemegang saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menjual sebanyak 37.500.000 lembar (2%) sahamnya dalam perusahaan penyedia layanan dan solusi IT tersebut. Penjualan saham MLPT dilakukan melalui melalui Bursa Efek Indonesia pada 9 Januari 2025.
Setelah penjualan saham tersebut, kepemilikan Multipolar Tbk (MLPL), atas saham MLPT turun menjadi 84,95% dari sebelumnya 86,95% saham.
Disebutkan dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/1/2025), tujuan Multipolar Tbk (MLPL), menjual saham MLPT senilai Rp300 miliar untuk merealisasikan keuntungan investasi langsung.
Seperti dikutip dalam laporan keuangan per September 2024, pemegang saham emiten penyedia layanan dan solusi IT beraset Rp3,1 triliun per September 2024 itu adalah, PT Multipolar (MLPL) sebesar 86,95%, dan publik sebesar 13,05%.
Sekedar informasi, MLPT membukukan laba Rp294,88 miliar pada triwulan III/2024, melonjak 97,96% dibanding Rp148,96 miliar pada triwulan III/2023. Penjualan emiten penyedia layanan dan solusi IT itu naik 4,9% jadi Rp2,47 triliun pada triwulan III/2024, dari Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun 2023.
PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 1975 sebagai pengecer elektronik, khususnya di bidang hiburan dan permainan elektronik.
Saat ini, MLPT menyediakan Layanan dan solusi TI, melalui dua anak perusahaan, yaitu PT Visionet Data International (VisioNet) yang fokus pada layanan pengelolaan TI digital, dan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) yang fokus di operasional pusat data dan layanan terkelola. Pelanggannya MLPT dari bank, department store, rumah sakit, pabrik, hingga universitas. (konrad)
