STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Repower Asia Indonesia Tbk kembali merilis data terbaru kepemilikan saham perusahaan. Laporan bulanan ini merekam posisi pemegang efek untuk periode Februari 2026. Emiten properti berkode saham REAL ini menyurati Direksi PT Bursa Efek Indonesia pada 5 Maret 2026. Berkas ini juga ditembuskan langsung kepada Ketua Otoritas Jasa Keuangan.
Mengutip Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Perseroan untuk periode bulan Februari 2026, terungkap bahwa struktur penguasa saham mayoritas di atas 5% tidak mengalami perubahan. Pengendali saham terbesar masih digenggam erat oleh PT Enam Berlian Sinergi. Entitas ini menguasai lebih dari 3 miliar saham perseroan. Porsi kepemilikan raksasa ini setara dengan 46,72%.
Posisi pemegang saham terbesar kedua ditempati oleh PT Harmoni Harum Propertindo. Perusahaan ini aman menggenggam sekitar 1 miliar saham. Angka ini setara dengan kepemilikan 15,58%.
Selanjutnya, ada satu nama investor di kategori kepemilikan 1% hingga di bawah 5%. Namanya adalah Imamudin. Ia tercatat memiliki lebih dari 66 juta saham perseroan. Kepemilikannya ini genap mewakili porsi 1,00%.
Sisa saham lainnya beredar bebas dan dimiliki oleh masyarakat luas dengan porsi di bawah 5%. Publik menguasai sekitar 2,5 miliar saham berjenis scriptless atau tanpa warkat. Porsi kepemilikan masyarakat ini mewakili 37,70% dari total saham perseroan. Jika ditotal secara keseluruhan, saham beredar REAL mencapai lebih dari 6,6 miliar lembar.
Terkait rasio kelayakan saham di pasar, porsi free float perusahaan tetap terjaga dengan aman. Persentase saham free float konsisten berada di angka 37,70%. Jumlahnya mencapai 2,5 miliar saham. Angka ini tidak mengalami perubahan sedikit pun dari catatan bulan sebelumnya.
Meskipun kepemilikan saham terbilang stabil, perusahaan mencatat tren penurunan tajam pada jumlah investor individu. Pada bulan sebelumnya, jumlah pemegang saham nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) masih mencapai 36.160 orang. Angka ini kemudian merosot menjadi 34.590 orang pada akhir Februari 2026. Terdapat penyusutan sebanyak 1.570 investor hanya dalam kurun waktu satu bulan.
