Senin, Januari 19, 2026
30.5 C
Jakarta

Kanada Ubah Haluan! Gandeng China, Tarif Mobil Listrik Dipangkas Drastis

STOCKWATCH.ID (OTTAWA) – Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengambil langkah berani dalam kebijakan luar negerinya. Ia resmi menyepakati perjanjian dagang baru dengan China pada hari Jumat. Langkah ini menandakan pergeseran fokus Kanada yang mulai menjauh dari ketergantungan terhadap Amerika Serikat (AS).

Mengutip BBC, kesepakatan strategis ini terjadi di tengah ketidakpastian hubungan dagang dengan AS yang merupakan mitra terbesar Kanada. Carney menegaskan pendekatannya yang realistis terhadap situasi global saat ini.

“Kami melihat dunia sebagaimana adanya, bukan sebagaimana yang kami inginkan,” ujar Carney kepada wartawan setelah pengumuman kesepakatan tersebut.

Dalam perjanjian anyar ini, Kanada akan melonggarkan tarif impor kendaraan listrik (EV) buatan China. Tarif tersebut sebelumnya diterapkan pada tahun 2024 mengikuti langkah AS. Sebagai imbalannya, China setuju menurunkan tarif balasan untuk produk pertanian utama Kanada.

Secara rinci, pungutan Kanada terhadap EV China turun tajam dari 100% menjadi 6,1% untuk 49 ribu kendaraan pertama yang diimpor setiap tahun. Carney menyebut kuota ini berpotensi naik hingga 70 ribu unit dalam lima tahun ke depan.

Di sisi lain, China akan memangkas tarif biji kanola Kanada menjadi sekitar 15% mulai 1 Maret, turun dari tarif saat ini sebesar 84%. Beijing juga berkomitmen menghapus tarif untuk bungkil kanola, lobster, kepiting, dan kacang polong setidaknya hingga akhir tahun.

Carney menilai hubungan Kanada dengan China kini menjadi lebih bisa diprediksi dibandingkan dengan AS di bawah pemerintahan Donald Trump. Ia menyebut Kanada sedang menata ulang posisinya.

“Kami sedang melakukan kalibrasi ulang hubungan dengan China secara strategis, pragmatis, dan tegas,” tulis Carney dalam unggahan media sosialnya.

Reaksi di dalam negeri Kanada terbelah. Premier Saskatchewan, Scott Moe, menyambut baik kabar ini karena akan membantu petani di wilayahnya. Namun, Premier Ontario, Doug Ford, melontarkan kritik tajam karena khawatir akan dampaknya pada sektor otomotif lokal.

“Pemerintah mengundang banjir kendaraan listrik murah buatan China tanpa jaminan nyata atas investasi yang setara atau segera dalam ekonomi Kanada,” tegas Ford.

Sementara itu, kalangan ahli menilai langkah ini sebagai sinyal kemandirian Kanada. Eric Miller, penasihat perdagangan dari Rideau Potomac Strategy Group, menyebut Kanada tidak mau lagi sekadar menunggu nasib dari AS.

“Perdana Menteri pada dasarnya mengatakan Kanada juga memiliki kendali, dan tidak akan hanya duduk diam menunggu Amerika Serikat,” kata Miller.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru memberikan respons positif. Meski perwakilan dagangnya menyebut kesepakatan ini bermasalah, Trump melihatnya sebagai hal yang wajar.

“Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan China, Anda harus melakukannya,” ujar Trump di Gedung Putih.

Vivek Astvansh, profesor bisnis dari McGill University, memprediksi dampak pasar yang signifikan. Dengan tarif rendah, sekitar 10% penjualan EV di Kanada diperkirakan akan dikuasai oleh produsen China. Hal ini tentu akan menekan produsen EV berbasis AS seperti Tesla yang juga ingin memperluas pasar di Kanada.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Ancam Tarif 25% ke Eropa, Bursa Saham Dunia Siap-Siap Terguncang

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Pasar saham global bersiap menghadapi guncangan...

Wall Street Melemah Tipis, Komentar Trump Soal The Fed Bikin Investor Waswas

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Isu Greenland Memanas, Bursa Eropa Akhiri Pekan di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa menutup perdagangan akhir...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru