Kamis, Januari 22, 2026
24.8 C
Jakarta

Kepemilikan Danantara di Garuda (GIAA) Melejit Jadi 92,03%, Porsi Trans Airways Menyusut

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Komposisi pemegang saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengalami perubahan besar. Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek per 31 Desember 2025, kepemilikan PT Danantara Asset kini melesat hingga 92,03%.

PT Danantara Asset tercatat menggenggam 374.649.044.402 lembar saham maskapai pelat merah tersebut. Angka ini naik drastis dari posisi bulan sebelumnya yang hanya sebesar 59.038.124.402 lembar saham atau setara 64,53%.

Sebaliknya, porsi kepemilikan PT Trans Airways justru merosot tajam. Saat ini, Trans Airways hanya memiliki 7.316.798.262 lembar saham atau 1,79%. Padahal, pada periode sebelumnya, perusahaan ini masih menguasai 7,99% saham GIAA.

Andreas Tumpal H. Hutapea, Corporate Secretary Group Head GIAA menjelaskan perubahan peta kepemilikan ini merupakan dampak dari aksi korporasi perseroan. “Sehubungan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), PT Trans Airways saat ini berada dalam kategori Pemegang Saham dengan kepemilikan di bawah 5%,” tulis Andreas dalam laporan tersebut.

Langkah PMTHMETD atau private placement ini juga berimbas pada porsi saham publik atau free float. Per akhir Desember 2025, persentase saham free float GIAA menyusut menjadi 7,83%. Angka ini turun signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 26,86%.

Jumlah saham free float tercatat sebanyak 31.891.796.585 lembar saham. Di sisi lain, total saham scripless yang dimiliki pemegang saham dengan kepemilikan kurang dari 5% mencapai 32.230.484.917 lembar.

Data laporan tersebut juga menunjukkan adanya pengurangan jumlah investor. Total pemegang saham GIAA per 31 Desember 2025 tercatat sebanyak 75.057 pihak. Terjadi penurunan sebanyak 587 pemegang saham dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 75.644 pihak.

Negara Republik Indonesia tetap menjadi pemegang saham pengendali utama GIAA. Pemerintah menjalankan pengendaliannya melalui Kementerian BUMN atau Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).

Informasi ini sekaligus menjadi koreksi atas laporan bulanan registrasi pemegang efek yang disampaikan sebelumnya pada 8 Januari 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dana IPO VISI Ludes Rp71 Miliar, Mayoritas Dipakai untuk Modal Kerja

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Satu Visi Putra Tbk (VISI)...

SOTS Siap Kuasai 60% Saham Pengelola Desa Kitsune Bali Lewat Rights Issue

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)...

Rights Issue Jumbo, SOTS Ungkap Alasan Saham Baru Melebihi Jumlah Modal Tercatat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru