Minggu, Januari 11, 2026
25.1 C
Jakarta

Ketegangan Greenland Meningkat, Saham Pertahanan Eropa Melaju di Tengah Gejolak Pasar

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi cenderung melemah pada perdagangan Rabu (7/1/2026) waktu setempat. Kekhawatiran pasar meningkat merespons ancaman Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk mencaplok wilayah Greenland.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa ditutup tergelincir tipis di bawah garis datar saat bel penutupan di London berbunyi. Indeks ini berakhir turun 0,05% ke level 604,99. Sebagian besar bursa regional utama Eropa bergerak di zona merah.

Indeks FTSE 100 Inggris merosot 0,74% ke posisi 10.048,21. Indeks FTSE MIB Italia turun 0,43% ke level 45.558,68. Sementara itu, indeks CAC 40 Prancis melemah tipis 0,04% menjadi 8.233,92 dan indeks IBEX 35 Spanyol terpangkas 0,29% ke angka 17.596,40.

Hasil berbeda dicatatkan oleh indeks DAX Jerman. Indeks ini justru melonjak 0,92% dan berakhir di posisi 25.122,26.

Saham-saham sektor pertahanan Eropa menjadi primadona dengan penguatan selama empat hari berturut-turut. Indeks kedirgantaraan dan pertahanan Stoxx Europe melonjak 3% sepanjang sesi ini.

Investor global kini fokus pada keinginan Donald Trump terhadap Greenland. Wilayah ini merupakan daerah otonom milik Denmark. Isu ini mencuat setelah operasi militer AS berhasil menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan tim presiden sedang mempertimbangkan serangkaian opsi untuk mengakuisisi Greenland. Hal ini ia sampaikan kepada CNBC pada Selasa waktu setempat.

“Serangkaian pilihan untuk mengakuisisi Greenland — termasuk menggunakan Militer AS,” ujar Karoline Leavitt.

Donald Trump menegaskan AS membutuhkan pulau Arktik tersebut untuk kepentingan keamanan nasional. Ia menunjuk adanya aktivitas Rusia dan China di wilayah tersebut sebagai alasan utama.

Pihak Greenland dan Denmark berkali-kali menyatakan wilayah tersebut tidak untuk dijual. Para pemimpin Eropa juga merilis pernyataan resmi untuk membela kedaulatan Denmark.

“Greenland milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland, dan hanya mereka, yang memutuskan urusan mengenai Denmark dan Greenland,” bunyi pernyataan para pemimpin Eropa.

Menteri Pertahanan sekaligus Wakil Perdana Menteri Denmark, Troels Lund Poulsen, merespons serius situasi ini. Denmark akan mengucurkan dana 88 miliar kroner Denmark atau sekitar 13,8 miliar USD untuk mempersenjatai kembali Greenland.

Langkah ini diambil karena situasi keamanan yang dianggap semakin genting. Ia berharap Amerika Serikat mengakui fakta tersebut dan bersedia bekerja sama dalam keamanan Arktik.

“Situasi keamanan serius yang kita hadapi saat ini,” tutur Troels Lund Poulsen.

Ia menegaskan Denmark ingin tetap menjadi kawan bagi Amerika Serikat. Namun, kerja sama tersebut harus didasari oleh rasa saling menghargai.

“Karena Denmark ingin terus menjadi sekutu Amerika Serikat. Namun hal itu membutuhkan kemauan bersama untuk menunjukkan rasa hormat dan kerja sama,” tambahnya.

Di pasar saham individu, saham perusahaan logistik InPost anjlok 5,9%. Padahal, saham ini sempat melonjak 28% pada hari Selasa setelah munculnya proposal akuisisi.

Sebaliknya, saham Thales memimpin penguatan indeks Eropa dengan kenaikan 8,3%. Prestasi ini diraih setelah cip keamanan Samsung yang menggunakan sistem operasi Thales meraih penghargaan di konferensi teknologi CES 2026.

Saham raksasa industri Jerman, Thyssenkrupp AG, juga melesat 6,8%. Perusahaan kabarnya sedang mempertimbangkan penjualan unit bisnis bajanya secara bertahap kepada Jindal Steel asal India.

Kabar lain datang dari perusahaan farmasi Bayer yang sahamnya naik 0,8%. Bayer resmi menggugat Pfizer, BioNTech, dan Moderna atas dugaan pelanggaran paten teknologi mRNA pada vaksin Covid-19.

Gugatan tersebut diajukan di pengadilan federal Delaware pada Selasa waktu setempat. Pihak Moderna pun memberikan tanggapan resminya terhadap langkah hukum tersebut.

“Moderna menyadari adanya litigasi tersebut dan akan membela diri terhadap klaim-klaim ini,” ungkap juru bicara Moderna.

Terkait data ekonomi, Eurostat melaporkan inflasi zona euro bulan Desember berada di angka 2%. Angka ini sesuai dengan target Bank Sentral Eropa (ECB) dan prediksi para ekonom.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Minta Bos Minyak AS Tanam USD 100 Miliar di Venezuela, Responsnya Dingin!

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...

Trump Instruksikan Pembelian Obligasi KPR USD 200 Miliar, Incar Bunga Murah

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump,...

Investor Lepas Saham Teknologi, Dow Jones Terkerek 270 Poin ke Level 49.266

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru