STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK) belum pulih, setidaknya hingga semester I 2025. Perusahaan perhotelan ini kembali merugi Rp5,58 miliar pada semester I 2025, meningkat 30,79% dari rugi Rp4,28 miliar pada semester I 2024. Upaya perbaikan kinerja keuangan oleh manajemen belum membuahkan hasil signifikan.
Kerugian tersebut, menurut laporan keuangan per 30 Juni 2025 yang dipublikasikan, Selasa 22 Juli 2025, disebabkan antara lain oleh pendapatan usaha Perseroan yang turun 15,5% menjadi Rp18,52 miliar pada semester I 2025, dari Rp21,92 miliar pada periode sama tahun 2024.
Penurunan pendapatan disertai berkurangnya beban pokok pendapatan sebesar 13,76% jadi Rp8,58 miliar pada semester I 2025, dari Rp9,95 miliar pada semester I 2024. Akan tetapi, laba kotor SNLK turun 16,95% menjadi Rp9,94 miliar pada semester I 2025, dibanding Rp11,97 miliar pada periode sama tahun 2024.
Setelah dikurangi beban usaha Rp10,74 miliar, beban penyusutan Rp4,82 miliar, serta beban keuangan Rp770 juta, dan beban lain-lain Rp800 juta, emiten perhotelan beraset Rp203,45 miliar per Juni 2025 itu menderita rugi sebelum pajak sebesar Rp5,58 miliar pada semester I 2025. Nilai kerugian ini naik sekitar 30,79% dibandingkan Rp4,28 miliar pada periode sama 2024.
Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 21 Juli 2025, harga saham SNLK ditutup di level Rp525 per unit, turun 1,86% dibandingkan sehari sebelumnya di Rp535 per unit. Sepanjang perdagangan di BEI bulan Juli 2025 ini, harga saham SNLK telah turun 3,67%, dari Rp545 jadi Rp525 per unit. (konrad)
