back to top
Senin, Januari 26, 2026
26.8 C
Jakarta

Khawatir Trump Tak Terprediksi, Ekonom Jerman Desak Ribuan Ton Emas di AS Dipulangkan

STOCKWATCH.ID (BERKIN) – Jerman kini menghadapi desakan kuat untuk menarik cadangan emas senilai miliaran Euro dari brankas Amerika Serikat (AS). Langkah ini dipicu oleh pergeseran hubungan transatlantik dan sikap Donald Trump yang sulit diprediksi.

Mengutip The Guardian, Jerman memiliki cadangan emas nasional terbesar kedua di dunia setelah AS. Sekitar 1.236 ton emas milik mereka tersimpan di New York. Nilainya diperkirakan mencapai 164 miliar Euro atau sekitar Rp2.788 triliun.

Emanuel Mönch, ekonom terkemuka dan mantan kepala riset di bank sentral Jerman (Bundesbank), meminta emas tersebut segera dibawa pulang. Menurutnya, menyimpan emas di AS di bawah pemerintahan saat ini terlalu berbahaya.

“Mengingat situasi geopolitik saat ini, menyimpan begitu banyak emas di AS tampak berisiko,” ujar Mönch kepada surat kabar finansial Handelsblatt.

Ia menilai Bundesbank perlu mempertimbangkan repatriasi demi kemandirian strategis. “Demi kepentingan independensi strategis yang lebih besar dari AS, Bundesbank disarankan untuk mempertimbangkan pemulangan emas tersebut,” tambahnya.

Senada dengan Mönch, Michael Jäger selaku Kepala Asosiasi Pembayar Pajak Eropa (TAE) turut bersuara. Ia menyoroti keinginan AS untuk merebut Greenland sebagai tanda peringatan.

“Trump tidak dapat diprediksi dan dia melakukan segalanya untuk menghasilkan pendapatan. Itulah sebabnya emas kita tidak lagi aman di brankas The Fed,” tegas Jäger kepada Rheinische Post.

Jäger khawatir Jerman akan kesulitan mengakses emas mereka jika provokasi AS terus berlanjut. Ia telah menyurati Bundesbank dan Kementerian Keuangan untuk segera memulangkan aset tersebut.

Isu ini kini mulai masuk ke arus utama politik Jerman. Katharina Beck, juru bicara keuangan dari partai oposisi Hijau di Bundestag, mendukung relokasi emas tersebut. Ia menyebut emas sebagai “jangkar stabilitas dan kepercayaan yang penting”. Aset ini tidak boleh menjadi sandera dalam sengketa geopolitik.

Meski demikian, tidak semua pihak setuju. Clemens Fuest, Presiden Institute for Economic Research (Ifo), memperingatkan risiko dari langkah tersebut. Ia menilai penarikan emas hanya akan memperkeruh suasana geopolitik yang sudah panas.

Total cadangan emas Jerman saat ini bernilai hampir 450 miliar Euro atau sekitar Rp7.650 triliun. Distribusinya terbagi di beberapa lokasi:

  • 50% di Bundesbank, Frankfurt am Main.
  • 37% di Federal Reserve, New York.
  • 12% di Bank of England, London.

Presiden Bundesbank, Joachim Nagel, sebelumnya memastikan kondisi aset mereka aman. Saat pertemuan IMF Oktober lalu, ia menyebut “tidak ada alasan untuk khawatir” atas emas Jerman yang disimpan di Fed New York.

Pemerintah koalisi Friedrich Merz melalui juru bicaranya, Stefan Kornelius, juga menyatakan belum ada rencana penarikan emas dalam waktu dekat. Namun, tekanan dari internal partai Demokrat Kristen terus meningkat seiring mengerasnya retorika Trump terhadap mitra Barat.

“Karena pemerintahan Trump, AS bukan lagi mitra yang dapat diandalkan,” pungkas Ulrike Neyer, Profesor Ekonomi di Universitas Düsseldorf.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Perak Cetak Sejarah Tembus USD 100, Emas Selangkah Lagi Capai USD 5.000

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga perak dunia mencetak sejarah...

AS Kirim Armada ke Iran dan Jatuhkan Sanksi Baru, Harga Minyak Dunia Meroket 3%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melambung hampir 3%...

Ini Jurus Menteri ESDM Hadapi Tantangan Produksi Minyak, Pasang Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel di 2026

STOCKWATCH (JAKARTA) - Pemerintah menargetkan lifting minyak nasional sebesar...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru