back to top

Cikarang Listrindo (POWR) Kantongi Laba USD 72,1 Juta di 2025, Siap Tebar Dividen

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) –  PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) mengantongi laba bersih sebesar USD 72,1 juta sepanjang tahun buku 2025. Berdasarkan materi Paparan Publik perseroan yang dipublikasikan Senin (2/3), total pendapatan neto POWR tercatat mencapai USD 553,5 juta. Beban operasional emiten penyedia listrik swasta berada di angka USD 448,0 juta. Hasilnya, POWR mampu membukukan laba usaha sebesar USD 105,5 juta.

Total aset POWR tercatat sebesar USD 1.191,5 juta. Jumlah ekuitas mencapai USD 715,0 juta, berbanding jauh dengan total kewajiban perseroan yang hanya sebesar USD 476,5 juta.

Kinerja solid ini berhasil membawa POWR meraih status Investment Grade atau layak investasi untuk pertama kalinya. Lembaga pemeringkat S&P menaikkan peringkat kredit perseroan menjadi BBB- (Stabil) pada 21 Februari 2025. Menyusul kemudian, Moody’s juga menaikkan peringkat POWR ke Baa3 (Stabil) pada 20 Maret 2025.

Manajemen juga sangat mulus melakukan pembiayaan kembali surat utangnya. POWR menerbitkan Senior Notes senilai USD 350 juta dengan tingkat bunga tetap 5,65% per tahun. Surat utang yang jatuh tempo pada 2035 ini laris manis dan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 3,4 kali.

Dana segar tersebut digabungkan dengan kas internal perseroan. Tujuannya untuk melunasi seluruh sisa pokok Senior Notes 2026 senilai USD 500 juta pada 11 April 2025.

Manajemen POWR menegaskan komitmennya untuk terus memberikan imbal hasil kepada pemegang saham melalui pembagian dividen. Perseroan secara konsisten memberikan imbal hasil dividen rata-rata sebesar 9,1% sejak melantai di bursa. Untuk tahun buku 2025, POWR telah membagikan dividen interim sebesar USD 23 juta pada akhir tahun lalu.

Manajemen POWR menegaskan komitmennya untuk terus memberikan imbal hasil kepada pemegang saham melalui pembagian dividen. Perseroan secara konsisten memberikan imbal hasil dividen rata-rata sebesar 9,1% sejak melantai di bursa. Untuk tahun buku 2025, POWR telah membagikan dividen interim sebesar USD 23 juta pada akhir tahun lalu. Dividen final rencananya akan diumumkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di kuartal kedua tahun 2026.

“Manajemen berkomitmen untuk mendistribusikan dividen secara reguler (dividen interim dan final) dengan tetap mempertimbangkan arus kas perusahaan,” sebut Manajemen PT Cikarang Listrindo Tbk secara tertulis.

Secara fundamental, nilai saham POWR saat ini tergolong undervalued alias di bawah harga wajarnya secara signifikan. Nilai perusahaan (Enterprise Value) POWR tercatat lebih rendah di angka USD 0,8 miliar. Angka ini jauh di bawah taksiran nilai penggantian aset sebesar USD 1,2 miliar.

Dari sisi operasional, volume penjualan listrik POWR mencapai 4.150 GWh sepanjang tahun lalu. Faktor ketersediaan pembangkit terjaga sangat prima di level 96%. Pelanggan dari kawasan industri, terutama sektor otomotif dan elektronik, masih mendominasi 90% porsi penjualan perusahaan.

POWR juga sukses menggarap potensi cuan dari sektor pusat data (Data Center). Kapasitas daya tersambung dari industri pusat data mencapai 227 MVA hingga akhir Desember 2025. Pencapaian ini berhasil melampaui target akhir tahun sebesar 225 MVA.

Rencana ekspansi bisnis juga terus dikebut oleh perseroan. Proyek penambahan mesin pembangkit listrik tenaga gas berkapasitas 50 MW telah mencapai progres 93,7% di 2025. Pembangkit baru ini dijadwalkan mulai beroperasi pada paruh pertama tahun 2026. Perseroan juga sudah mengamankan pasokan gas lewat perjanjian baru dengan Pertamina EP dari sumur Akasia Bagus.

Transformasi menuju energi bersih ikut menunjukkan hasil nyata. Perseroan berhasil memproduksi 251,5 GWh energi terbarukan sepanjang 2025. Kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap juga diperluas menjadi 45,7 MWp.

Guna memfokuskan bisnis ramah lingkungan ini, perseroan mendirikan anak usaha baru bernama PT Energi Baik Alami (EBA). Anak usaha ini dibentuk khusus untuk mengelola operasional energi terbarukan milik POWR.

Berkat konsistensi pada pelestarian lingkungan, POWR sukses mencapai netralitas karbon sejak tahun 2023. Ke depan, perseroan menargetkan total kapasitas pembangkitan terpasang bisa menembus 1.194 MW pada tahun 2026. Target tersebut sudah mencakup kapasitas co-firing biomassa 70 MW ditambah 70 MWp kapasitas dari PLTS.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pendapatan Naik Tipis, Laba Bersih Cikarang Listrindo Susut 4,36% Jadi USD 72,05 Juta pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) membukukan laba...

Laba Bersih Bank Banten (BEKS) Melonjak 33,54% jadi Rp52,52 Miliar pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda)...

Skandal Laporan Keuangan TDPM Terbongkar, OJK Hukum Direksi, Auditor dan Cekal Pengendali

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru