STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) telah mengumumkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 pada, Rabu 25 Maret 2026.
CDIA berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar US$127,8 juta pada 2025, melonjak 281,7% jika dibandingkan US$33,5 juta pada tahun 2024. Lonjakan laba Perseroan terutama karena ditunjang oleh pendapatan bersih yang tumbuh 44,8% menjadi US$148 juta pada 2025, dari US$102,3 juta pada 2024.
Penyumbang terbesar pendapatan CDIA sepanjang tahun 2025 berasal dari lini usaha energi yakni US$105,8 juta. Disusul jasa logistik sebesar US$36,6 juta, serta jasa kepelabuhan dan penyimpanan yang mengkontribusi US$5,6 juta.
Direktur CDIA, Jonathan Kandinata dalam siaran pers, Rabu 25 Maret 2026, menyampaikan, tahun 2025 merupakan tonggak transformatif bagi CDI Group . “Ini seiring keberhasilan kami bertransformasi menjadi perusahaan terbuka, dengan tetap mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid,” katanya.
Perseroan membukukan EBITDA sebesar US$ 118,8 juta (+288,0% YoY) dan laba bersih sebesar US$ 127,8 juta (+281,7% YoY). Hal ini mencerminkan ketangguhan platform operasional serta disiplin dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan pada tahun pertama sebagai perusahaan publik.
Jonathan mengatakan, selama tahun 2025, Perseroan juga menetapkan dividen interim untuk FY2025 sebesar US$10 juta, yang menegaskan komitmen kami dalam memberikan nilai kepada pemegang saham, sekaligus menjaga struktur permodalan yang prudent untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Sepanjang tahun 2025, jelas Jonathan, CDI Group memperkuat basis permodalan dan akses pendanaan melalui berbagai sumber yang terdiversifikasi, termasuk penyertaan modal pemegang saham, pasar modal ekuitas, serta fasilitas perbankan domestik dan internasional. Sumber pendanaan tersebut mencakup tambahan dukungan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, dana hasil IPO pada Juli 2025, fasilitas dari Bank Danamon, BTN, dan yang terbaru, fasilitas US$ 100 juta dari Bangkok Bank.
Kondisi ini mencerminkan kepercayaan luas dari pemangku kepentingan ekuitas maupun kredit terhadap strategi jangka panjang Perseroan. Per 31 Desember 2025, Perseroan memiliki liquidity pool sebesar US$ 803,3 juta, memperkuat fleksibilitas finansial untuk mendukung ekspansi di seluruh pilar infrastruktur.
Secara operasional, jelas Jonathan, CDI Group mempercepat ekspansi dan integrasi platform infrastruktur. Perseroan meluncurkan dan mengembangkan bisnis logistik darat melalui akuisisi PT Barito Investa Prima (kini PT Chandra Investa Prima), membangun kapabilitas cold chain, dan menambah 50 truk untuk memperluas cakupan layanan.
Perseroan juga memperkuat jejak infrastrukturnya melalui akuisisi aset gudang dan lahan di Cilegon serta pembangunan tiga tangki bitumen dengan total kapasitas 12.000 m³, sekaligus mendorong proyek strategis tangki penyimpanan dan pipa etilena yang didanai dari dana hasil IPO.
Pada logistik maritim, CDI melanjutkan pembangunan dua kapal kimia berkapasitas 9.000 DWT dan meningkatkan kepemilikan di CSI dan MIM hingga 99,99%. Di sektor energi, kapasitas pembangkit surya Perseroan meningkat menjadi 11 MWp. Dengan platform infrastruktur terdiversifikasi yang mencakup energi, air, kepelabuhanan & penyimpanan, serta logistik, CDI Group memasuki 2026 dengan momentum yang kuat untuk terus mengembangkan ekosistem terintegrasinya.
“Berlandaskan fondasi yang telah dibangun pada FY2025, kami tetap berfokus pada ekspansi yang disiplin, keunggulan operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,”ujarnya. (konrad)
