STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT PAM Mineral Tbk (NICL) mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025. Ini tergambar pada penjualan bersih NICL sebesar Rp1,47 triliun pada 2025, naik 2,08% dari Rp1,44 triliun pada 2024.
Sementara beban pokok penjualan NICL turun 5,86% dari Rp925,222 miliar menjadi Rp871,004 miliar. Hal ini menyebabkan laba bruto NICL naik sekitar 16,4% dari Rp517,27 miliar menjadi Rp602,08 miliar pada 2025.
Meski beban umum dan administrasi meningkat sebesar 39% dari Rp103,17 miliar menjadi Rp143,43 miliar pada 2025, laba usaha Perseroan tetap tumbuh 10,75% dari Rp414,10 miliar pada 2024 menjadi Rp458,64 miliar di tahun 2025.
Perseroan mencatat laba tahun berjalan Rp345,14 miliar pada 2024, naik 8,3% dari Rp318,76 miliar pada 2025. Alhasil, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp344,45 miliar (Rp32,39 per saham) di tahun 2025, naik 8,3% dari Rp318,04 miliar (Rp29,90 per saham) pada 2024.
Sementara itu, total aset Perseroan turun 16,86% dari Rp1,050 triliun per 31 Desember 2024 menjadi Rp873,053 miliar per 31 Desember 2025. Total liabilitas berkurang sekitar 43,80% dari Rp171,92 miliar menjadi Rp96,62 miliar. Adapun total ekuitas NICL tercatat sebesar Rp776,42 miliar per 31 Desember 2025, turun 11,59% dari Rp878,18 miliar per 31 Desember 2024.
