Kisah Rosyidah, Mantan PMI yang Sukses Bangun Usaha Olahan Laut Berkat Pelatihan BRI Peduli
STOCKWATCH.ID (INDRAMAYU) – Empat tahun bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia menjadi pengalaman berharga bagi Rosyidah. Sepulang ke kampung halamannya di Desa Eretan Kulon, Keca...
STOCKWATCH.ID (INDRAMAYU) – Empat tahun bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia menjadi pengalaman berharga bagi Rosyidah. Sepulang ke kampung halamannya di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ia memilih membangun usaha olahan hasil laut dengan memanfaatkan potensi sumber daya pesisir yang melimpah.
Rosyidah melihat hasil laut di daerahnya selama ini belum diolah secara optimal sehingga memiliki nilai ekonomi yang relatif rendah. Kondisi tersebut mendorongnya merintis usaha olahan hasil laut dengan merek C'milzea.
Usaha tersebut juga menjadi sarana untuk membuka lapangan pekerjaan bagi para ibu nelayan di lingkungan sekitarnya.
"Saya melihat sumber daya alam di sekitar sangat melimpah, tetapi belum memiliki nilai jual. Dari situ saya memberanikan diri mengolahnya menjadi produk sekaligus membuka peluang kerja untuk ibu-ibu nelayan di sekitar," ujar Rosyidah.
Dalam perjalanannya, Rosyidah mengaku menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membangun kepercayaan diri sebagai pelaku usaha. Ia juga harus belajar memahami strategi pemasaran agar produknya semakin dikenal masyarakat.
- Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Asia, Indeks Kospi dan Nikkei Menghijau
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO
- Direktur WINS Sugiman Layanto Borong 5,99 Juta Saham, Ini Tujuannya
- Sinergi dengan Danantara, Telkom Bidik Pertumbuhan Bisnis Enterprise hingga 30%
- Prabowo Ungkap 121 Kebijakan Transformatif dalam 663 Hari
- Prabowo: Pembangunan Bangsa Tugas Bersama
- Agenda Sidang Tahunan MPR 2026: Prabowo Sampaikan Pidato, Jokowi Hadir, Megawati...
- Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Asia, Indeks Kospi dan Nikkei Menghijau
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...