back to top

Klaim Keliru Menteri Energi AS Beredar, Harga Minyak Dunia Anjlok 11%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 11% pada akhir perdagangan Selasa (10/3/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (11/3/2026) WIB.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent turun 11,16 USD atau 11,28% menjadi 87,80 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh 11,31 USD atau 11,94%. Minyak WTI berakhir pada posisi 83,45 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.

Penurunan tajam ini terjadi pasca kehebohan di media sosial. Menteri Energi AS Chris Wright membuat sebuah klaim keliru. Ia mengunggah pernyataan operasi sukses militer AS di Timur Tengah.

Namun, klaim ini langsung dibantah oleh Gedung Putih. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt memberikan klarifikasinya kepada para wartawan pada hari Selasa.

“Angkatan Laut AS belum mengawal satu pun kapal tanker atau kapal laut saat ini,” tegas Leavitt.

Harga minyak seketika merespons insiden tersebut. Harga si emas hitam bahkan sempat terjun bebas lebih dari 17% sesaat setelah Wright mengunggah statusnya.

Leavitt merespons rentetan pertanyaan wartawan terkait keberadaan status kontroversial tersebut.

“Saya sudah diberi tahu tentang unggahan ini,” ujar Leavitt.

Ia juga mengakui belum ada komunikasi lebih lanjut di internal pemerintahan terkait insiden ini.

“Saya belum punya kesempatan untuk berbicara dengan Menteri Energi tentang hal itu secara langsung,” tambahnya.

Meskipun demikian, jejak digital dari status pejabat tinggi negara itu sudah tidak bisa diakses lagi.

“Namun, saya tahu unggahan tersebut diturunkan dengan cukup cepat,” jelas Leavitt.

Sebelum dihapus, akun resmi milik Wright sempat memuat sebuah video dengan keterangan terkait langkah pengamanan jalur laut.

“Angkatan Laut AS berhasil mengawal sebuah kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz untuk memastikan minyak tetap mengalir ke pasar global,” tulis Wright dalam unggahan tersebut.

Juru bicara Departemen Energi AS akhirnya buka suara pada Selasa sore. Ia membeberkan alasan hilangnya tayangan tersebut dari ruang publik.

“Sebuah klip video dihapus dari akun X resmi Menteri Wright setelah diketahui diberi keterangan yang tidak tepat oleh staf Departemen Energi,” ungkap juru bicara tersebut.

Pihak kementerian juga memaparkan kesiapsiagaan pemerintah guna meredam krisis di titik pelayaran krusial tersebut.

“Presiden Trump, Menteri Wright, dan seluruh tim energi Presiden sedang memantau situasi dengan saksama, berbicara dengan para pemimpin industri, dan meminta militer AS menyusun opsi tambahan untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, termasuk potensi Angkatan Laut kita untuk mengawal kapal tanker,” terang juru bicara Departemen Energi.

Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz saat ini sangat terganggu. Para pengirim minyak menahan kapal mereka berlabuh akibat ketakutan akan serangan dari Iran.

Jalur laut sempit ini memiliki peran sangat krusial bagi pasar energi. Sekitar 20% dari total konsumsi minyak bumi global diekspor melalui selat ini sebelum perang pecah.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laporan Perdana Bursa Kripto CFX: Transaksi Spot Februari Capai Rp24,33 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Dinamika perdagangan aset kripto di...

Tensi Geopolitik Memanas, Harga Minyak Indonesia Februari 2026 Tembus USD 68,79 per Barel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian...

Harga Emas Dunia Melonjak Hampir 2%, Ternyata Ini Pemicunya!

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru