STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) merilis laporan bulanan registrasi pemegang efek untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025. Emiten tambang mineral ini mencatatkan total saham terdaftar sebanyak 141.784.040.338 unit.
Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek (BAE) PT Ficomindo Buana Registrar, Emirates Tarian Global Ventures SPC masih menjadi pemegang saham terbesar. Lembaga ini menguasai 35.592.738.434 lembar saham atau setara 25,103%.
Di posisi kedua, GlasTrust (Singapore) Ltd memiliki porsi kepemilikan sebesar 7,606% atau sebanyak 10.784.607.811 lembar. Investor kawakan Sugiman Halim juga terpantau tetap setia mengoleksi saham BRMS. Ia menggenggam 10.568.888.888 lembar saham yang mewakili 7,454% kepemilikan.
Selain itu, PT CGS International Sekuritas Indonesia memegang 8.000.011.544 lembar saham atau setara 5,642%. Sementara itu, induk usaha perseroan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), tercatat memiliki 4.365.383.689 lembar saham atau sebesar 3,08%.
Menariknya, jumlah pemegang saham BRMS mengalami penyusutan cukup signifikan pada akhir tahun lalu. Total investor berkurang sebanyak 22.887 pihak. Pada November 2025, jumlah pemegang saham tercatat sebanyak 120.625 investor. Angka ini turun menjadi 97.738 investor pada akhir Desember 2025.
Porsi saham yang beredar di masyarakat atau free float berada di level 46,83%. Jumlah saham publik ini mencapai 66.392.546.788 lembar. Seluruh saham publik tersebut berkategori non-warkat atau scripless.
Di jajaran manajemen, hanya Herwin Wahyu Hidayat selaku Direktur yang tercatat memiliki saham perusahaan secara langsung. Ia memegang sebanyak 2.320.200 lembar saham.
Muhammad Sulthon, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BRMS, menyampaikan laporan ini secara resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Penyampaian informasi tersebut bertujuan memenuhi kewajiban keterbukaan informasi emiten.
“Merujuk pada ketentuan III.1.4 Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami sampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek Perseroan periode Desember 2025,” tulis Muhammad Sulthon dalam dokumen keterbukaan informasi di bursa, dikutip Sabtu (10/1).
