Krakatau Steel Catat Pendapatan Rp22,45 Triliun pada 2023
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatatkan pendapatan senilai US$1,45 miliar atau setara Rp22,45 triliun pada 2023. Hal itu dikemukakan Purwono Widodo, Direktur Utama...
Purwono juga mengungkapkan, masih tingginya beban keuangan senilai US$129,59 juta atau setara Rp2 triliun dan rugi selisih kurs senilai US$9,62 juta atau setara Rp148,48 miliar, menyebabkan Perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan senilai US$131,65 juta atau setara Rp2,03 triliun serta laba bruto senilai US$112,91 juta atau setara Rp1,74 triliun.
Lebih lanjut Purwono menjelaskan, kerugian yang dialami Krakatau Steel merupakan salah satu dampak tidak beroperasinya fasilitas Hot Strip Mill 1 (HSM#1), penghasil produk utama Hot Rolled Coil (HRC) akibat kerusakan pada switch house Finishing Mill.
Selain itu, aksi korporasi divestasi saham beberapa anak usaha di Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur untuk pembayaran utang Tranche B juga berdampak pada penurunan kinerja karena di tahun 2023 ini sudah tidak lagi dikonsolidasikan ke Krakatau Steel Grup.
โPerseroan saat ini terus berupaya semaksimal mungkin menjaga performa kinerja selama recovery pabrik HSM#1. Perbaikan fasilitas HSM#1 akan selesai tahun ini dan diharapkan produksi pertama produk HRC pasca perbaikan akan dilakukan pada Triwulan IV tahun 2024,โ tambah Purwono.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro