Stockwatch.id Versi penuh
Financial

Laba Bersih ASSA Turun Tipis ke Rp271,24 Miliar di Semester I-2026, Pendapatan Naik 8,1%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp271,24 miliar pada semester I-2026. Angka ini mengalami penurunan sebesar 6,73% jika dibandingkan perio...

Oleh Daiz 30 Jul 2026 18:24 2 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp271,24 miliar pada semester I-2026. Angka ini mengalami penurunan sebesar 6,73% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yakni Rp290,81 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, pendapatan ASSA sebenarnya tumbuh 8,1% secara tahunan. Perseroan meraih Rp3,06 triliun, naik dari Rp2,84 triliun pada Juni 2025. Namun, kenaikan beban pokok pendapatan yang mencapai 9,35% menjadi Rp2,15 triliun menekan margin laba bersih perusahaan.

Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto Sekar Pantjawati, menyebut fundamental bisnis perusahaan masih tetap kokoh. “Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan, kami bersyukur ASSA mampu menjaga pendapatan stabil. Ini menunjukkan fundamental bisnis Perseroan tetap kuat,” ujar Prodjo di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Lini bisnis logistik menjadi penopang utama pendapatan grup. Segmen ini menyumbang Rp1,35 triliun atau tumbuh 13,1% YoY. Sementara itu, segmen rental mencatat pendapatan Rp1,04 triliun, meningkat 6,5% YoY. Penjualan kendaraan bekas melalui Caroline.id juga tumbuh 8,2% menjadi Rp565,06 miliar.

Dari sisi efisiensi, beban penjualan naik tipis menjadi Rp10,57 miliar. Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp451,74 miliar. Selain itu, beban keuangan perusahaan turun menjadi Rp143,01 miliar dari sebelumnya Rp147,24 miliar.

Kekuatan neraca ASSA menunjukkan pertumbuhan yang positif. Total aset perusahaan per Juni 2026 mencapai Rp9,02 triliun. Angka ini meningkat 6,5% dari posisi Desember 2025 sebesar Rp8,47 triliun.

Jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp5,62 triliun, naik dari Rp5,28 triliun pada akhir tahun lalu. Sementara itu, total ekuitas perusahaan menguat menjadi Rp3,40 triliun dari posisi Rp3,19 triliun.

Manajemen ASSA kini menerapkan strategi lebih konservatif dalam menetapkan target kinerja. Perseroan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan di kisaran 5-10% hingga akhir tahun 2026. Target ini dinilai lebih realistis mengingat kondisi daya beli masyarakat yang masih fluktuatif.

Topik terkait
Adi Sarana Armada saham ASSA kinerja ASSA laba ASSA laporan keuangan ASSA