STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk (BEKS) membukukan laba bersih sebesar Rp52,52 miliar (Rp1,01 per saham) pada 2025. Angka ini melonjak 33,54% jika dibandingkan Rp39,33 miliar (Rp0,75 per saham) pada periode yang sama tahun 2024.
Menurut laporan keuangan per Desember 2025 yang dipublikasikan Sabtu (28/2/2026), laba bersih Perseroan antara lain ditopang oleh pendapatan bunga. Sepanjang tahun 2025, Bank Banten mebukukan pendapatan bunga mencapai Rp570,49 miliar, naik 16% dari Rp491,8 miliar pada tahun 2024.
Seiring pendapatan, beban bunga perseroan juga naik sebesar 22,93% menjadi Rp371,8 miliar pada 2025, dari Rp302,44 miliar tahun 2024. Namun, pendapatan bunga bersih perseroan tetap tumbuh menjadi Rp198,69 miliar pada 2025 dibanding Rp189,36 miliar pada tahun 2024.
Pertumbuhan laba ini sejalan dengan kuatnya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Total simpanan nasabah melesat 32,37% menjadi Rp6,42 triliun pada 2025, dari Rp4,85 triliun pada 2024. Ekspansi penyaluran kredit bersih juga tumbuh pesat menjadi Rp4,88 triliun dari sebelumnya Rp3,60 triliun.
Kualitas kredit perseroan juga menunjukkan perbaikan signifikan. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross turun tajam menjadi 4,67% pada 2025, jika dibandingkan 7,53% pada 2024. NPL net juga membaik menjadi 1,92% dari sebelumnya 1,98%.
Kesehatan finansial bank juga ditopang oleh permodalan yang kuat. Rasio Kecukupan Modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan terjaga kokoh di level 36,73%. Angka ini berada jauh di atas batas ketentuan minimum regulator.
Dari sisi neraca keuangan, Bank Banten memiliki total aset sebesar Rp10,00 triliun per Desember 2025, meningkat 32,45% dari Rp7,55 triliun per Desember 2024. Sementara jumlah liabilitas dan ekuitas perseroan per Desember 2025, masing-masing sebesar Rp8,10 triliun dan Rp1,90 triliun.
