back to top

Laba Bersih Bank Danamon (BDMN) Melesat 14% Menjadi Rp4,0 Triliun pada 2025

STOCKWATCH.ID ( JAKARTA) – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan kinerja gemilang sepanjang tahun buku 2025. Emiten perbankan anggota grup MUFG ini mengantongi laba bersih tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp4,0 triliun. Capaian tersebut tumbuh 14% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Kenaikan profitabilitas ini ditopang oleh penurunan biaya kredit yang konsisten sebesar 10% YoY. Selain itu, perseroan mencatatkan pertumbuhan sehat pada penyaluran pinjaman dan penghimpunan dana. Kualitas aset bank juga tetap terjaga stabil sepanjang periode tersebut.

Pendapatan operasional konsolidasian Danamon mencapai Rp21,6 triliun atau naik 5% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan pendapatan non-bunga sebesar 9% menjadi Rp3,7 triliun. Lini bisnis tresuri mencatatkan lonjakan pendapatan non-bunga tertinggi mencapai 64% YoY.

Direktur Utama Danamon, Daisuke Ejima, memberikan penjelasan mengenai capaian tersebut. Menurutnya, perseroan telah mengimplementasikan prioritas strategis dengan baik pada sisi intermediasi maupun profitabilitas.

“Danamon menyambut tahun 2026 dengan tekad yang lebih kuat untuk menjadi penyedia solusi finansial yang terus berupaya mendapatkan kepercayaan nasabah serta untuk terus berkontribusi lebih banyak bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Daisuke di Jakarta, Kamis (19/2).

Pada fungsi intermediasi, total kredit dan trade finance konsolidasian menyentuh Rp212,7 triliun. Angka ini meningkat 9% secara tahunan. Segmen Enterprise Banking and Financial Institution memimpin pertumbuhan dengan kenaikan 14%. Selanjutnya, lini Consumer Banking tumbuh 10% dan SME Banking naik 7%.

Sisi penghimpunan dana juga menunjukkan performa positif. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasian mencapai Rp176,9 triliun atau melesat 16% YoY. Dana murah berupa tabungan dan giro (Current Account and Savings Account/CASA) tumbuh 18% menyentuh Rp75,2 triliun.

Danamon mencatatkan Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM) pada level 7,7%. Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) bruto membaik 20 basis poin menjadi 1,7%. Rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) berada pada posisi sangat kuat yakni 280,7%.

Likuiditas dan permodalan perseroan terpantau kokoh. Rasio cakupan likuiditas (LCR) tercatat sebesar 158,9%. Sementara itu, rasio Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) konsolidasian mencapai 25,4%. Angka ini melampaui ketentuan minimum regulator.

Sepanjang 2025, Danamon juga memperkuat posisinya sebagai induk konglomerasi keuangan MUFG di Indonesia. Anak usahanya, Adira Finance, telah menuntaskan penggabungan usaha dengan Mandala Finance. Kerja sama ini semakin meneguhkan posisi grup dalam pasar pembiayaan otomotif nasional.

Danamon turut menyediakan pendanaan ventura melalui Garuda Fund sebesar USD 100 juta. Dana ini dialokasikan untuk mendukung perkembangan perusahaan rintisan (startup) di tanah air. Perseroan juga berkomitmen dalam Japan Thematic Fund dengan nilai komitmen keseluruhan mencapai USD 100 juta.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Produksi U-Bolt, INDS Incar Pasar Timur Tengah dan Targetkan Tiga Besar Domestik

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indospring Tbk (INDS) tancap gas...

Adira Finance (ADMF) Cetak Laba Rp1,54 Triliun pada 2025, Turun 14,68%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pendapatan bersih emiten pembiayaan konsumen, PT Adira...

Melonjak 68,8%, Laba Panin Sekuritas (PANS) Rp191,05 Miliar pada 2025, Ini Penopangnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) membukukan laba...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru