STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) mencetak kinerja keuangan cemerlang sepanjang tahun buku 2025. Perseroan berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp6,79 triliun. Angka ini melonjak tajam 361,76% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp1,47 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Rabu (25/3/2026), laba per saham EMTK ikut terkerek naik. Nilainya mencapai Rp111,24 per saham, jauh di atas capaian tahun 2024 sebesar Rp24,11 per saham.
Pendapatan neto Perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp19,12 triliun. Realisasi ini tumbuh 56,29% secara year-on-year (yoy) dari Rp12,23 triliun pada 2024. Kontributor utama pendapatan berasal dari segmen media sebesar Rp6,93 triliun. Selain itu, produk dan jasa digital menyumbang Rp5,59 triliun, jasa dukungan penerbangan Rp3,25 triliun, serta segmen kesehatan sebesar Rp2,59 triliun.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan EMTK juga meningkat menjadi Rp14,06 triliun pada 2025 dari sebelumnya Rp8,17 triliun. Namun, laba kotor tetap naik 24,37% menjadi Rp5,06 triliun dari Rp4,06 triliun.
Dari sisi operasional, beban penjualan naik menjadi Rp450,95 miliar dari Rp259,49 miliar. Beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp3,58 triliun dari Rp2,93 triliun. Biaya keuangan juga mengalami kenaikan menjadi Rp139,78 miliar dari posisi Rp105,03 miliar pada 2024. Meski demikian, laba usaha masih tumbuh menjadi Rp1,21 triliun dari Rp1,01 triliun.
Kinerja laba semakin terdorong oleh sejumlah pos non-operasional. Pendapatan keuangan melonjak menjadi Rp991,15 miliar dari Rp448,21 miliar. Laba atas investasi juga meningkat signifikan menjadi Rp3,89 triliun dari Rp1,94 triliun.
Selain itu, Perseroan mencatat laba dari akuisisi entitas anak sebesar Rp3,12 triliun. Hal ini terjadi setelah EMTK melalui PT Kreatif Media Karya menambah kepemilikan saham di PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menjadi 50,67% pada 26 Februari 2025.
Terdapat juga laba penyesuaian nilai investasi sebelumnya serta kontribusi laba dari entitas asosiasi yang berbalik positif menjadi Rp16,95 miliar dari rugi Rp644,11 miliar pada 2024.
Secara keseluruhan, laba sebelum pajak mencapai Rp9,50 triliun, naik tajam dari Rp2,87 triliun. Beban pajak turun menjadi Rp611,19 miliar dari Rp1,05 triliun, sehingga memperkuat lonjakan laba bersih.
Dari sisi neraca, total aset EMTK per akhir 2025 mencapai Rp60,77 triliun. Angka ini tumbuh 32,05% dibanding Rp46,02 triliun pada 2024. Kenaikan aset terutama ditopang lonjakan kas dan setara kas menjadi Rp22,42 triliun dari Rp7,31 triliun.
Total liabilitas Perseroan per Desember 2025 berada di angka Rp7,38 triliun, naik tipis dari Rp6,43 triliun pada 2024. Sementara itu, total ekuitas EMTK melonjak menjadi Rp53,39 triliun dari sebelumnya Rp39,59 triliun pada akhir tahun 2024.
