Laba Bersih ICBP Melejit 30% jadi Rp9,22 Triliun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sukses membukukan laba bersih sebesar Rp9,22 triliun pada 2025. Perolehan ini melonjak 30% dibandingkan Rp7,08 triliun pada periode yang sama tahun 2024.

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025 yang dirilis Senin, 30 Maret 2026, laba per saham dasar ICBP pun ikut terangkat menjadi Rp791. Nilai tersebut naik signifikan dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp607 per saham.

Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi Perseroan. ICBP meraih pendapatan sebesar Rp74,85 triliun pada 2025. Realisasi ini tumbuh 3% dari Rp72,60 triliun pada tahun 2024.

Divisi Mi Instan menjadi kontributor utama pendapatan dengan sumbangan Rp54,38 triliun. Disusul oleh divisi Dairy sebesar Rp9,66 triliun dan divisi Makanan Ringan Rp4,42 triliun. Divisi Penyedap Makanan memberikan kontribusi Rp3,60 triliun, Nutrisi dan Makanan Khusus Rp1,31 triliun, serta divisi Minuman sebesar Rp1,47 triliun.

Secara geografis, pasar Indonesia masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi Rp51,08 triliun. Sementara itu, pasar Asia dan Afrika menyumbang Rp21,07 triliun, serta wilayah lainnya sebesar Rp2,70 triliun.

Dari sisi beban, ICBP mencatatkan kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp48,49 triliun dari Rp45,70 triliun. Beban operasional juga mengalami dinamika, di mana beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp7,90 triliun. Adapun beban umum dan administrasi justru berhasil ditekan menjadi Rp2,80 triliun dari Rp2,90 triliun.

Meski laba bersih melonjak, laba inti (core profit) Perseroan turun 4% menjadi Rp9,98 triliun dari Rp10,41 triliun. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan harga bahan baku di pasar global. Di sisi lain, beban keuangan turun menjadi Rp3,86 triliun dari Rp4,26 triliun tahun 2024.

Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, memberikan apresiasi atas pencapaian ini.

“Meskipun menghadapi situasi makroekonomi yang penuh tantangan, ICBP berhasil membuktikan ketangguhan kinerja keuangannya di tahun 2025, sekaligus mempertahankan kepemimpinannya di sektor barang konsumsi,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip Selasa (31/3/2026).

Ke depan, ICBP fokus memperkuat relevansi produk melalui inovasi berbasis kebutuhan konsumen. Perseroan juga berencana memperluas jangkauan pasar baik di dalam negeri maupun luar Indonesia.

Mengenai kekuatan neraca, total aset ICBP per Desember 2025 mencapai Rp135,54 triliun. Angka ini meningkat 7,54% dari posisi akhir 2024 sebesar Rp126,04 triliun.

Jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp61,86 triliun, naik dari Rp59,00 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, total ekuitas ICBP tumbuh menjadi Rp73,68 triliun dari posisi Rp67,04 triliun per Desember 2024.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Melesat 1.743% pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk...

Laba Indofood (INDF) Melejit 24% Jadi Rp10,68 Triliun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)...

Tempo Scan Pacific (TSPC) Bukukan Laba Rp1,41 Triliun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Emiten produsen farmasi, PT Tempo Scan Pacific...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru