STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL) merilis laporan keuangan sepanjang 2024. Emiten pengembang properti ini meraih laba bersih Rp18,71 miliar (Rp2,25 per saham) pada 2024. Pencapaian tersebut melonjak 34,45% dibandingkan Rp13,91 miliar (Rp1,67 per saham) pada 2023.
Manajemen POLL menyampaikan hasil kinerja ini dalam pengumuman resminya. “Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31/12/2024,” tulis manajemen POLL, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Minggu (25/1/2026).
Meskipun laba bersih naik, pendapatan usaha POLL justru menyusut cukup dalam. Seperti tergambar dalam laporan keuangan per 31 Desember 2024, pendapatan usaha Perseroan tercatat sebesar Rp161,92 miliar. Nilai ini turun 46,82% dari Rp304,47 miliar pada periode yang sama 2023.
Penjualan unit perkantoran memberikan kontribusi terbesar senilai Rp107,48 miliar. Nilai ini menyumbang sekitar 66,38% dari total pendapatan Perseroan. Adapun pendapatan dari penyewaan ruang kantor mengontribusi sebesar Rp54,43 miliar.
Penurunan pendapatan usaha diikuti dengan efisiensi pada beban pokok penjualan POLL. Beban ini turun signifikan menjadi Rp88,88 miliar pada 2024, dari Rp188,72 miliar pada 2023. Namun, laba bruto emiten pengembang properti tersebut tercatat Rp73,04 miliar pada 2024, menyusut dibandingkan Rp115,76 miliar pada tahun sebelumnya.
Setelah dikurangi beban operasi, beban keuangan, dan beban lain-lain, POLL membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp26,77 miliar pada 2024. Angka ini tumbuh 36,31% dibandingkan Rp19,64 miliar pada 2023.
Per Desember 2024, POLL memiliki total aset sebesar Rp2,62 triliun. Angka ini menyusut signifikan dari posisi aset per Desember 2023 sebesar Rp4,51 triliun. Penurunan aset ini sejalan dengan penurunan total liabilitas Perseroan.
Jumlah liabilitas POLL turun drastis menjadi Rp748,47 miliar per Desember 2024, dari sebelumnya Rp2,36 triliun pada 2023. Sementara itu, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp1,87 triliun pada akhir 2024.
Laporan keuangan POLL mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dari Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan. Andiek Nugroho, SE., Ak., M.Ak., CA., CPA, menyatakan: “Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian Kelompok Usaha tanggal 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan konsolidasian dan arus kas konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.” (daiz)
