STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp593,54 miliar pada 2025. Angka ini melonjak tajam 128,37% dibandingkan perolehan laba Rp259,90 miliar pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, pertumbuhan laba ini ditopang oleh kenaikan signifikan pada total pendapatan usaha. Per Desember 2025, TRIM meraup pendapatan sebesar Rp1,68 triliun. Realisasi tersebut melesat 85,19% dari Rp907,15 miliar pada tahun sebelumnya.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan menjadi kontributor utama senilai Rp869,58 miliar. Secara rinci, jasa kegiatan manajer investasi menyumbang Rp445,31 miliar. Disusul oleh komisi perantara efek Rp223,44 miliar, jasa penjamin emisi efek Rp139,27 miliar, serta jasa penasihat keuangan Rp56,08 miliar.
Selain itu, pendapatan dari hasil investasi juga tumbuh subur menjadi Rp810,37 miliar pada 2025. Padahal pada 2024, nilainya hanya sebesar Rp350,40 miliar. Di sisi lain, pos laba usaha TRIM tercatat sebesar Rp858,93 miliar, naik dari Rp408,63 miliar secara tahunan (yoy).
Kenaikan pendapatan ini diikuti dengan peningkatan beban usaha. Total beban usaha TRIM mencapai Rp821,01 miliar pada 2025, naik 64,69% dari Rp498,52 miliar tahun sebelumnya. Kenaikan beban terutama berasal dari beban pemasaran sebesar Rp266,25 miliar, naik signifikan dari Rp124,88 miliar. Selain itu, beban gaji dan tunjangan karyawan meningkat menjadi Rp295,63 miliar dari Rp227,90 miliar, serta beban umum dan administrasi naik menjadi Rp233,77 miliar dari Rp121,26 miliar.
Meski beban meningkat, laba usaha tetap tumbuh kuat menjadi Rp858,93 miliar atau naik 110,20% dibanding Rp408,63 miliar pada 2024.
Di sisi lain, beban keuangan juga naik menjadi Rp179,77 miliar dari Rp89,04 miliar. Hal ini menekan sebagian pertumbuhan laba sebelum pajak yang tercatat Rp693,56 miliar, naik 112,96% dari Rp325,69 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca keuangan, kekuatan aset Trimegah Sekuritas tumbuh pesat. Total aset Perseroan per Desember 2025 mencapai Rp6,83 triliun. Angka ini melonjak 92,94% dibandingkan total aset pada akhir 2024 sebesar Rp3,54 triliun.
Peningkatan aset terutama ditopang oleh lonjakan piutang transaksi repo menjadi Rp4,17 triliun dari Rp1,94 triliun, serta piutang transaksi perantara pedagang efek sebesar Rp1,23 triliun dari Rp675,16 miliar.
Peningkatan aset tersebut diiringi kenaikan total liabilitas menjadi Rp4,75 triliun dari Rp2,06 triliun pada 2024. Adapun total ekuitas TRIM menguat menjadi Rp2,07 triliun per Desember 2025, dari posisi Rp1,48 triliun pada tahun sebelumnya.
