back to top

Laba Emiten Sawit Milik Haji Isam (JARR) Melonjak 44,19% di Kuartal III 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Perusahaan perkebunan kelapa sawit milik Konglomert Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) membukukan laba bersih sebesar Rp224,03 miliar(Rp24,27 per saham) pada kuartal III 2035, melonjak 44,19% jika dibandingkan Rp155,34 miliar (Rp16,83 per saham) pada kuartal III 2024.

Kenaikan laba tersebut, menurut laporan keuangan per September  2025 yang diumumkan, Senin 27 Oktober 2025  terutama karena ditopang oleh penjualan bersih JARR yang tumbuh 17,24% menjadi Rp3,08 triliun pada kuartal III 2025, dari Rp2,63 triliun pada periode sama tahun 2024.

Kontributor terbesar penjualan JARR pada sembilan bulan pertama 2025 adalah produk Fatty acid methyl ester (FAME) yakni sebesar Rp2,56 triliun atau sekitar 82,88% dari total penjualan. Adapun produk Palm fatty acid distillate (PFAD) dan Crude glycerine (CG), masing-masing menyumbang penjualan Rp231 miliar dan Rp165 miliar, dan lainnya sekitar Rp127 miliar.

Seiring penjualan, beban pokok penjualan JARR juga meningkat 13,29%, dari Rp2,33 triliun kuartal III 2024, menjadi Rp2,64 triliun kuartal III 2025. Namun, laba emiten sawit ini melejit 137,75% menjadi Rp445,40 miliar, dibanding Rp301,31 miliar pada kuartal III 2024.

Di sisi lain, beban umum dan administrasi Perseroan juga membengkak 62,05% menjadi Rp75,88 miliar pada kuartal III 2025, dari Rp46,82 miliar kuartal III 2024. Akan tetapi, laba usaha  JARR  tumbuh 45,19% menjadi Rp369,51 miliar pada kuartal III 2025, dibanding Rp254,48 miliar pada kuartal III 2024.

Total aset JARR per September 2025 sebesar Rp3,99 triliun, turun 2,76% dari Rp4,10 triliun per Desember 2024. Jumlah liabilitas maupun ekuitas Perseroan per September 2025, masing-masing sebesar Rp2,11 triliun dan Rp1,87 triliun.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Senin 27 Oktober 2025, saham JARR tercatat turun 13,50% menjadi Rp3.910 per unit dibanding  sehari sebelumnya. Selama sepekan, harga saham JARR naik  23,49%, dari Rp3.660 per unit pada 20 Oktober 2025 menjadi Rp4.520 per unit pada 24 Oktober 2025. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

TBS Energi Utama (TOBA) Siapkan Rp434 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Hari Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) telah...

Pendapatan  dan Laba Bersih Puradelta Lestari (DMAS) Kompak Turun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), emiten pengembang...

Dukung Arahan Presiden Prabowo, BRI Kucurkan KUR Perumahan untuk Program Gentengisasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru