Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat pertumbuhan produksi listrik dan kinerja keuangan sepanjang semester I-2026. Kinerja tersebut ditopang penerapan operational excellence secara konsisten di seluruh wilayah kerja Perseroan.
Dalam paparan publik kinerja keuangan semester I-2026 yang digelar secara virtual, Selasa 4 Agustus 2026, PGEO melaporkan produksi listrik mencapai 2.745 gigawatt hour (GWh). Realisasi tersebut meningkat 13,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan produksi tersebut ditopang kontribusi hampir seluruh wilayah operasi, termasuk Kamojang, Ulubelu, Lahendong, Karaha, serta kontribusi penuh PLTP Lumut Balai Unit 2 yang mulai beroperasi secara komersial pada akhir Juni 2025.
Peningkatan produksi turut mendorong pendapatan bersih Perseroan tumbuh 14,7% menjadi USD235,027 juta secara tahunan. Sementara laba bersih Perseroan mencapai USD79,605 juta, naik 15,48% dibandingkan semester I-2025.
Direktur Keuangan PGEO, Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan, kinerja operasional yang solid menjadi fondasi utama pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas Perseroan.
“Sejalan dengan pertumbuhan produksi listrik sebesar 13,62 persen, Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba yang sehat. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan kami dalam mengoptimalkan operasi pembangkit untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan listrik nasional. Kualitas pertumbuhan laba Perseroan juga tetap sangat baik karena sebagian besar peningkatan laba berasal dari kinerja operasional, sementara faktor nonoperasional hanya memberikan tambahan dukungan,” ujar Fransetya.
Dia menambahkan, beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 serta penyelesaian sejumlah aset produktif baru menjadi tonggak penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Menurut Fransetya, peningkatan aset produktif tersebut membuat beban penyusutan bertambah sehingga gross profit margin sedikit turun menjadi 55,5%.
Di sisi operasional, PGEO membukukan availability factor sebesar 99,71%, capacity factor sebesar 90,42%, serta unplanned outage rate hanya 0,11% hingga semester I-2026. Capaian capacity factor tersebut jauh di atas rata-rata perusahaan panas bumi global yang umumnya berada pada kisaran 75% hingga 80%.
Direktur Operasi PGEO, Andi Joko Nugroho, mengatakan keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari besarnya produksi listrik, tetapi juga kemampuan mengoperasikan aset secara aman, andal, dan efisien.
“Hal ini kami capai melalui pengelolaan reservoir yang disiplin, pemeliharaan yang terencana, serta kolaborasi yang erat di seluruh wilayah kerja, sehingga Perseroan mampu menjaga keandalan operasi sekaligus mengoptimalkan utilisasi aset. Keunggulan operasional inilah yang kemudian kami terjemahkan menjadi peningkatan produksi pada semester pertama tahun 2026,” ujar Andi.
Menurut Andi, peningkatan produksi di Kamojang didorong naiknya permintaan listrik, tambahan pasokan uap, serta selesainya penyambungan pemipaan make-up well yang menambah sekitar 41 megawatt (MW) kapasitas pasokan uap sejak Maret 2026.
Sementara di Ulubelu, tambahan pasokan uap dari Cluster M sejak Mei 2026 meningkatkan kapasitas listrik sekitar 35 MW. Perseroan juga mengoptimalkan jadwal pemeliharaan sehingga pembangkitan berjalan lebih efektif.
Lahendong mampu menjaga stabilitas produksi seiring meningkatnya dispatch listrik dari PLN. Lumut Balai mencatat lonjakan produksi lebih dari dua kali lipat berkat beroperasinya Unit 2. Adapun Karaha terus menunjukkan tren pemulihan positif melalui program Karaha Recovery Program.
Andi menilai tingkat keandalan operasi yang tinggi membuat PGEO mampu merespons peningkatan permintaan listrik dari PLN sepanjang semester pertama 2026 sekaligus menjaga pasokan listrik panas bumi bagi sistem kelistrikan nasional.
“Ke depan, kami akan terus berfokus pada peningkatan keandalan aset, optimalisasi reservoir, penguatan budaya keselamatan kerja, serta efisiensi operasi agar Perseroan mampu mempertahankan tingkat produksi yang tinggi sekaligus mendukung target pertumbuhan kapasitas jangka panjang,” kata Andi.
Dengan keandalan operasi yang terus terjaga, PGEO optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan produksi secara berkelanjutan sekaligus mempercepat pengembangan kapasitas panas bumi untuk mendukung ketahanan energi nasional.