back to top

Laba Renault Ambles dan Pengiriman Pesawat Airbus Seret, Bursa Eropa Memerah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (19/2/2026) waktu setempat. Investor tengah mencermati laporan kinerja keuangan dari sejumlah perusahaan raksasa. Emiten seperti Airbus, Renault, hingga Nestle menjadi fokus utama perhatian pasar.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,6% ke posisi 625,33. Seluruh bursa utama di kawasan tersebut mendarat di zona negatif. Indeks CAC 40 Perancis terkoreksi 0,36% ke level 8.398,78. FTSE MIB Italia merosot 1,22% ke posisi 45.794,22.

Indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,55% ke level 10.627,04. DAX Jerman turun 0,93% ke posisi 25.043,57. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol berkurang 0,99% ke level 18.017,50.

Hari Kamis ini menjadi periode sibuk bagi pelaporan kinerja keuangan. Selain Airbus dan Renault, perusahaan seperti Nestle, Rio Tinto, dan Zurich Insurance juga merilis laporan mereka. Saham Airbus anjlok sekitar 7% pada perdagangan hari ini.

Airbus memperkirakan pengiriman 870 pesawat komersial pada 2026. Angka ini sedikit lebih rendah dari ekspektasi analis sebesar 880 pesawat. Tekanan meningkat bagi produsen pesawat Eropa ini karena Boeing mulai menunjukkan tanda pemulihan.

Produsen mobil asal Perancis, Renault, mencatatkan pendapatan sebesar 68 miliar USD sepanjang 2025. Angka tersebut naik 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, laba bersih perusahaan turun drastis hingga mencatat kerugian 10,9 miliar euro.

CEO Renault, François Provost, memberikan komentarnya terkait situasi pasar yang sulit. Ia menyebut kondisi tahun lalu cukup memberikan tekanan bagi perusahaan.

“lingkungan pasar yang menantang,” ujar Provost.

Laba bersih Renault tergerus oleh biaya satu kali dari investasinya di Nissan. Saham Renault mengakhiri hari dengan penurunan sekitar 3%. Pergerakan ini menambah beban pada indeks sektor otomotif.

Berbeda dengan Renault, saham raksasa makanan Swiss, Nestle, justru menguat sekitar 4%. Penjualan Nestle pada 2025 tercatat sebesar 89,49 miliar franc Swiss. Angka ini turun 2% dari 91,35 miliar franc Swiss pada tahun sebelumnya.

Laba bersih Nestle juga merosot 17% menjadi 9 miliar franc Swiss. Pertumbuhan organik perusahaan berada di angka 3,5% untuk tahun ini. Nestle saat ini sedang dalam negosiasi lanjutan untuk menjual bisnis es krimnya kepada Froneri.

Sentimen pasar global turut menjadi sorotan investor. Saham-saham di Amerika Serikat (AS) diperdagangkan lebih rendah dengan indeks S&P 500 turun 0,5%. Pelaku pasar di Negeri Paman Sam sedang menimbang risalah rapat Federal Reserve Januari lalu.

Risalah tersebut mencerminkan adanya perbedaan pendapat di antara pejabat bank sentral. Mereka terbagi dalam melihat prospek masa depan kebijakan moneter. Hal ini memberikan ketidakpastian tambahan bagi para pelaku pasar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ketegangan AS-Iran Meningkat, Indeks Dow Jones Tergelincir 267 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Asia Kompak Menguat, Indeks Kospi Korea Selatan Melesat 3% dan Cetak Rekor Tertinggi

STOCKWATCH.ID (SEOUL) — Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Ekonomi Dunia Diperkirakan Tumbuh 3,2% pada 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi dunia...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru