back to top

Laporan Perdana Bursa Kripto CFX: Transaksi Spot Februari Capai Rp24,33 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dinamika perdagangan aset kripto di Indonesia terus berkembang pesat. Kondisi ini menuntut hadirnya informasi terpercaya dan terverifikasi. PT Central Finansial X (CFX) lekas merespons kebutuhan tersebut.

Pionir bursa aset kripto berizin di Indonesia ini resmi merilis laporan “Perkembangan Data Industri Aset Kripto”. Peluncuran laporan ini diumumkan di Jakarta pada Rabu (11/3/2026).

Laporan dari CFX ini akan terbit setiap bulan. Isinya memuat rangkuman aktivitas transaksi secara menyeluruh. Seluruh data berasal dari ekosistem Bursa Kripto CFX.

Data tersaji mencakup metrik dari pasar spot maupun pasar derivatif. Informasi di dalamnya meliputi volume perdagangan, frekuensi transaksi, hingga jumlah konsumen aktif bulanan. Masyarakat bisa mengakses data ini secara mudah melalui situs web resmi dan kanal media sosial CFX.

Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, menjelaskan tujuan penerbitan data industri ini. Langkah ini merupakan wujud tanggung jawab Bursa Kripto CFX. Tujuannya guna menghadirkan ekosistem aset kripto berintegritas dan berkualitas.

Publikasi ini menjadi bagian dari implementasi pilar utama bursa. CFX ingin terus mengedepankan transparansi dan ketersediaan data bagi publik.

“Kami berharap data-data tersebut dapat rujukan yang objektif bagi masyarakat maupun konsumen dalam melihat kondisi pasar dan sebelum mengambil keputusan transaksi,” kata Subani.

Bursa Kripto CFX membeberkan kinerja periode 1 sampai 28 Februari 2026. Terdapat 1.457 aset kripto aktif. Ada pula 127 kontrak derivatif aktif. Semua instrumen ini diperdagangkan melalui 25 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) terdaftar.

Kinerja pasar spot mencatat volume perdagangan fantastis. Angkanya menembus Rp24,33 triliun selama bulan Februari. Aktivitas pasar derivatif juga menorehkan volume perdagangan sebesar Rp3,88 triliun pada periode serupa.

Laporan tersebut ikut merinci aset kripto paling laris. Tether (USDT) memimpin daftar aset dengan volume perdagangan terbesar sepanjang Februari. Posisi selanjutnya diisi oleh Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Pippin (PIPPIN) dan Solana (SOL) turut melengkapi daftar lima besar aset kripto favorit para investor.

Kehadiran laporan ini melengkapi keterbukaan informasi di situs web www.cfx.co.id. Bursa Kripto CFX sebelumnya telah menyediakan informasi Daftar Aset Keuangan Digital (DAKD). Daftar ini berisi seluruh aset kripto sah untuk diperjualbelikan di Indonesia.

Situs web CFX juga menyajikan Data Ringkasan Pasar. Isinya mencakup frekuensi, volume harian pasar spot dan derivatif, serta pergerakan harga acuan aset kripto.

“Ke depan, kami akan terus menambah berbagai instrumen data pasar relevan lainnya untuk mengukuhkan posisi Bursa Kripto CFX sebagai rujukan informasi utama,” tutup Subani.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Tensi Geopolitik Memanas, Harga Minyak Indonesia Februari 2026 Tembus USD 68,79 per Barel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian...

Harga Emas Dunia Melonjak Hampir 2%, Ternyata Ini Pemicunya!

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada...

Klaim Keliru Menteri Energi AS Beredar, Harga Minyak Dunia Anjlok 11%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 11%...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru