STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Pasar saham Asia-Pasifik mengawali pekan perdagangan penuh pertama tahun 2026 dengan kinerja gemilang. Bursa regional mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan hari Senin (6/1/2026) waktu setempat. Sentimen pasar terdorong oleh kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu.
Mengutip CNBC International, pihak berwenang AS menyatakan telah menerbangkan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ke New York usai operasi tersebut. Mereka didakwa atas tuduhan konspirasi narkoterorisme dan kejahatan lainnya. Sebuah dakwaan menyebutkan perdagangan narkoba telah “memperkaya dan memperkuat elit politik dan militer Venezuela.”
Ketegangan geopolitik ini berdampak pada harga komoditas. Harga minyak mentah justru bergerak sedikit melemah. Pasar masih menimbang potensi dampak dari situasi di negara kaya minyak tersebut.
Di lantai bursa, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,97% dan ditutup pada level 51.832,8 di sesi perdagangan pertamanya tahun ini. Indeks Topix juga bertambah 2,01% ke posisi 3.477,52. Saham-saham sektor pertahanan menjadi motor penggerak utama. IHI Corp meroket 8,99%, sementara Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries masing-masing naik 8,39% dan 7,9%.
Kinerja impresif juga dicatatkan oleh bursa Korea Selatan. Indeks Kospi memanjat 3,43% ke penutupan rekor tertinggi di 4.457,52. Indeks ini sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa sebanyak dua kali dalam satu sesi. Indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga bertambah 1,26% menjadi 957,5.
Saham raksasa teknologi Samsung Electronics melonjak lebih dari 7%. Co-CEO Samsung, TM Roh, menyampaikan kepada Reuters bahwa “perusahaan berencana menggandakan jumlah perangkat selulernya dengan fitur AI yang didukung oleh Google Gemini tahun ini.”
Sektor pertahanan Korea Selatan turut menikmati angin segar. Saham Hanwha Aerospace melonjak hampir 7%. Produsen produk terkait pertahanan, Poongsan, juga diperdagangkan 2,25% lebih tinggi.
Di wilayah lain, indeks Hang Seng Hong Kong ditutup naik tipis 0,03% ke level 26.347,24. Saham energi menjadi pemberat utama indeks ini. PetroChina jatuh 3,52% dan CNOOC turun 3,29%. Sementara itu, indeks CSI 300 di Tiongkok daratan naik 1,9% ke 4.717,75.
Pasar saham Australia ditutup datar dengan indeks S&P/ASX 200 berada di level 8.728,6. Di India, indeks Nifty 50 turun 0,17% dan BSE Sensex melemah 0,21%. Indeks berjangka ekuitas AS terpantau stabil pada awal jam perdagangan Asia.
