STOCKWATCH.ID (NEW YORK) — Menjelang 2026, perhatian investor global diperkirakan bergeser dari instrumen pendapatan tetap ke saham pembayar dividen. Arah ini sejalan dengan ekspektasi penurunan suku bunga.
Di tengah banyaknya saham dividen, memilih emiten yang tepat menjadi tantangan. Rekomendasi analis papan atas Wall Street dinilai bisa menjadi acuan. Penilaian diberikan setelah analisis mendalam terhadap kinerja dan fundamental perusahaan.
Platform pemeringkat analis TipRanks mencatat tiga saham dividen unggulan pilihan analis Wall Street untuk menyambut tahun 2026.
Saham pertama adalah perusahaan minyak dan gas Chevron (CVX). Pada kuartal ketiga, Chevron mengembalikan uang tunai senilai US$ 6 miliar kepada pemegang saham.
Chevron membagikan dividen kuartalan sebesar US$ 1,71 per saham. Dividen tahunan mencapai US$ 6,84 per saham. Imbal hasil dividen berada di kisaran 4,5%.
Analis Piper Sandler, Ryan Todd, memberikan peringkat beli untuk saham CVX. Target harga ditetapkan di level US$ 178.
Todd menilai efisiensi modal Chevron belum sepenuhnya dihargai pasar. Belanja modal hulu perusahaan tercatat 29% lebih rendah dibanding rata-rata pesaing.
Manajemen Chevron juga optimistis terhadap peluang eksplorasi dan ekspansi global.
“Meskipun investor mungkin terus khawatir tentang perpanjangan kontrak TCO [usaha patungan Tengizchevroil], pertanyaan mendalam tentang sumber daya pasca-2030 adalah salah arah,” ujar Todd.
Pilihan kedua adalah Darden Restaurants (DRI). Perusahaan ini membawahi merek restoran ternama seperti Olive Garden dan LongHorn Steakhouse.
Darden mengumumkan dividen kuartalan sebesar US$ 1,50 per saham. Pembayaran dijadwalkan pada 2 Februari 2026.
Dividen tahunan mencapai US$ 6 per saham. Imbal hasil dividen berada di kisaran 3,2%.
Analis BTIG, Peter Saleh, mempertahankan peringkat beli untuk saham Darden. Target harga dipasang di level US$ 225.
Saleh menyoroti strategi perusahaan dalam menarik pelanggan di tengah tekanan ekonomi.
“Strateginya menetapkan harga di bawah inflasi, mengandalkan pengiriman, dan menawarkan menu yang diinginkan beresonansi dengan tamu, mendorong satu kuartal lagi dengan kinerja industri yang cukup besar,” kata Saleh.
Harga daging sapi yang tinggi masih menjadi tantangan. Namun, Saleh melihat biaya bahan baku mulai mencapai puncak. Tekanan biaya tenaga kerja juga dinilai mulai mereda. Momentum penjualan Darden masih terjaga.
Saham ketiga pilihan analis adalah Ares Capital (ARCC). Perusahaan ini bergerak di pembiayaan khusus melalui pinjaman langsung ke perusahaan pasar menengah swasta.
Ares Capital mengumumkan dividen sebesar 48 sen per saham. Pembayaran dijadwalkan pada 30 Desember 2025.
Dividen tahunan mencapai US$ 1,92 per saham. Imbal hasil dividen ARCC tercatat sekitar 9,5%.
Analis RBC Capital, Kenneth Lee, menyebut Ares Capital sebagai salah satu saham favoritnya untuk 2026. Ia memberikan peringkat beli dengan target harga US$ 23.
Lee menilai posisi dominan dan skala bisnis Ares menjadi keunggulan utama. Manajemen juga percaya diri mampu mempertahankan dividen meski suku bunga acuan berpotensi turun.
“Dalam pandangan kami, dividen ARCC didukung dengan baik oleh perolehan laba per saham inti perusahaan ditambah potensi keuntungan bersih yang direalisasikan,” ungkap Lee.
