back to top

Mayoritas Bursa Eropa Menguat, Saham Puma dan Engie Melonjak

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (26/2/2026) waktu setempat. Laporan keuangan sejumlah perusahaan besar menjadi fokus utama perhatian investor. Mayoritas bursa utama di kawasan ini berhasil mencetak rapor hijau di tengah fluktuasi pasar.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun tipis 0,05% ke posisi 633,18. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,72% ke level 8.620,93. FTSE MIB Italia bertambah 0,54% ke posisi 47.425,94. Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,37% ke level 10.846,70. DAX Jerman tumbuh 0,45% ke posisi 25.289,02. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,19% ke level 18.496,60.

Saham perusahaan utilitas Perancis, Engie, melompat lebih dari 7%. Kenaikan ini merespons langkah perusahaan membeli U.K. Power Networks. Nilai kesepakatan akuisisi ini mencapai 10,5 miliar poundsterling atau sekitar USD 14 miliar. U.K. Power Networks merupakan penyedia listrik pengelola jaringan untuk wilayah London dan tenggara Inggris.

Saham raksasa pakaian olahraga Jerman, Puma, meroket lebih dari 9%. Kenaikan ini terjadi meski penjualan tahun 2025 merosot 13,1%. Penurunan penjualan dipicu oleh strategi pengaturan ulang perusahaan dan tekanan nilai tukar mata uang. Puma mencetak rugi operasional sebesar 357,2 juta euro atau setara USD 421,8 juta.

Angka kerugian Puma ini lebih kecil dari perkiraan konsensus analis sebesar 374,3 juta euro. Margin laba perusahaan ikut menyusut 260 basis poin menjadi 45%. Puma membatalkan pembagian dividen untuk tahun 2025. Perusahaan memproyeksikan rugi operasional antara 50 juta hingga 150 juta euro pada tahun ini.

Analis Jefferies merilis catatan positif terkait laporan keuangan Puma. Mereka menilai perusahaan telah menunjukkan sejumlah kemajuan berarti.

“Sedikit lebih maju dari perjalanan yang dipetakan pada tahap akhir tahun 2025 dengan tanpa kejutan besar dari akhir tahun 2025 yang sulit,” tulis analis Jefferies.

“Kelompok ini telah menguraikan tahun 2026 sebagai tahun transisi dan panduan hari ini terasa konsisten,” tambah para analis tersebut.

Kinerja cemerlang juga dicatat oleh Rolls-Royce di Inggris. Saham pembuat mesin pesawat ini naik 3,2%. Perusahaan melaporkan lonjakan laba tahun 2025 sebesar 40%. Rolls-Royce menargetkan laba lebih dari 4 miliar poundsterling atau sekitar USD 5,42 miliar pada tahun 2026.

Saham London Stock Exchange Group (LSEG) melesat lebih dari 9%. Penyedia data pasar keuangan ini mengumumkan rencana pembelian kembali saham senilai 3 miliar poundsterling. Laba tahunan sebelum pajak LSEG menembus 1,97 miliar poundsterling atau melompat 56% secara tahunan.

Dari sektor asuransi, Allianz membukukan rekor laba operasional tahunan tertinggi sepanjang masa sebesar 17,4 miliar euro. Laba raksasa asuransi Jerman ini naik 8,4% secara tahunan. Pencapaian ini mengerek saham perusahaan naik lebih dari 0,8%. Saham AXA di Perancis juga menguat lebih dari 1%. Pendapatan dasar perusahaan naik 6% menjadi 8,4 miliar euro.

Bursa saham Eropa tetap menunjukkan pergerakan positif di tengah ketidakpastian perdagangan global. Ketidakpastian ini muncul pasca pengumuman tarif oleh Presiden AS Donald Trump akhir pekan lalu. Pasar merasa lega dengan penerapan tarif universal 10%. Angka ini lebih rendah dari ancaman awal sebesar 15%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham Nvidia Anjlok Lebih Dari 5% 

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Efek ‘Takaichi Trade’ Bursa Saham Asia Kompak Menguat

STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Wall Street Makin Perkasa, Indeks Dow Jones Lompat 300 Poin Berkat Saham Nvidia

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru