Mayoritas Bursa Saham Asia Parkir di Zona Hijau Jelang Akhir Pekan

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas menguat pada penutupan perdagangan Jumat (10/4/2026). Pergerakan ini terjadi di tengah gencatan senjata dua minggu yang rapuh antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Investor tetap waspada karena jalur energi penting di Selat Hormuz masih sangat terbatas.

Mengutip CNBC International, konflik di Timur Tengah telah memasuki bulan kedua. Hal ini menyebabkan penutupan Selat Hormuz bagi lalu lintas maritim. Teheran menyatakan akan membuka kembali selat tersebut jika semua serangan terhadap negaranya dihentikan.

Presiden AS Donald Trump telah menghentikan serangan terhadap Iran sejak Selasa lalu. Namun, Trump tetap memberikan peringatan keras melalui akun Truth Social miliknya. Ia menyoroti kendala pengiriman minyak di jalur tersebut.

“Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, bahkan ada yang menyebutnya tidak terhormat, dalam membiarkan minyak melewati Selat Hormuz,” tulis Trump.

Indeks Nikkei 225 di Jepang melonjak 1,84% ke posisi 56.924,11. Sementara itu, indeks Topix ditutup stagnan atau flat. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan rencana strategis terkait pasokan energi negara tersebut.

Jepang berencana melepaskan cadangan minyak untuk kebutuhan 20 hari mulai Mei mendatang. Per 6 April, Jepang tercatat memiliki cadangan minyak yang cukup untuk 230 hari. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasar domestik.

Bursa saham Korea Selatan juga mencatatkan performa positif. Indeks Kospi berakhir menguat 1,40% di level 5.858,87. Indeks Kosdaq yang mencakup saham berkapitalisasi kecil naik lebih tinggi sebesar 1,64% ke posisi 1.093,63.

Pasar saham China daratan ikut menghijau. Indeks CSI 300 menguat 1,54% ke posisi 4.636,57. Indeks Shanghai Composite naik 0,51% ke level 3.986,225. Kenaikan ini terjadi saat harga produsen di China meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.

Indeks Hang Seng di Hong Kong juga merangkak naik 0,47% pada jam terakhir perdagangan. Di India, indeks Nifty 50 serta BSE Sensex tercatat menguat hampir 1%. Namun, bursa Australia menjadi pengecualian dengan indeks S&P/ASX 200 yang turun tipis 0,14% ke level 8.960,60.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perundingan AS-Iran Buntu, Dow Futures Langsung Terjun Bebas 517 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...

Sinyal Damai Ukraina-Rusia Menguat, Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Wall Street Lanjutkan Reli, Indeks Dow Jones Berbalik Positif Sepanjang Tahun 2026

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru