BEI Gembok Saham SOCI, STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Soechi Lines Tbk (SOCI) memberikan penjelasan resmi terkait lonjakan harga sahamnya yang berujung pada penghentian sementara (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen menilai pergerakan harga tersebut merupakan refleksi dari antusiasme pasar terhadap sektor pelayaran tanker.
Paula Marlina, Corporate Secretary SOCI, menjelaskan kenaikan harga saham terjadi di tengah tren positif pasar modal Indonesia. Ia menyebut investor saat ini sedang melirik potensi besar pada emiten pelayaran.
“Perseroan melihat adanya antusiasme atas saham-saham sektor pelayaran tanker dalam beberapa waktu belakangan ini, ditengah antusiasme yang terjadi pada pasar saham Indonesia secara keseluruhan,” ujar Paula dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (19/1/2026).
Manajemen melihat valuasi saham SOCI masih jauh lebih atraktif dibandingkan para pesaing di industri yang sama. Per 15 Januari 2026, rasio harga terhadap laba (PE Ratio) SOCI berada di angka 17,80 kali. Sementara itu, rasio harga terhadap nilai buku (PBV Ratio) tercatat sebesar 0,73 kali.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan emiten pelayaran tanker lainnya. Pesaing di sektor ini memiliki PE Ratio di kisaran 35,39 kali hingga 83,42 kali. Sedangkan PBV Ratio kompetitor telah mencapai level 1,40 kali hingga 7,68 kali.
Terkait gejolak harga tersebut, BEI telah melakukan suspensi perdagangan saham SOCI. Langkah perlindungan investor ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 13 Januari 2026.
Sebelum perdagangan dihentikan, saham SOCI melesat 115 poin atau terbang 19,49% ke level Rp705 dari penutupan sebelumnya Rp590. Harga Rp705 merupakan level tertinggi sepanjang tahun berjalan. Volume transaksi tercatat sangat likuid mencapai 243,54 juta saham dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp4,97 triliun.
Paula menegaskan manajemen tidak memiliki informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik. Perusahaan juga memastikan tidak ada rumor atau berita media massa yang menyimpang dari kondisi fundamental perseroan.
“Berdasarkan pengamatan Perseroan atas pemberitaan media massa, Perseroan melihat tidak terdapat informasi material di media massa yang dapat mempengaruhi harga efek Perseroan dan/atau keputusan investasi pemodal, serta belum pernah dilaporkan kepada Bursa atau sudah pernah dilaporkan namun tidak secara lengkap, ataupun informasi material di media massa yang tidak benar,” tegas Paula.
Di sisi operasional, SOCI terus memperkuat kinerjanya dengan mengakuisisi satu unit tanker LNG dan satu unit tanker minyak sepanjang 2025. Perseroan juga mencatatkan EBITDA yang solid sebesar USD 47,9 juta hingga akhir September 2025.
Pihak bursa mengimbau para investor untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan. Hal ini penting untuk pengambilan keputusan investasi yang matang di masa mendatang.
