STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$101,82 juta (US$0,0041 per saham) pada2025, meroket 874% jika dibandingkan US$10,45 juta (US$0,0004 per saham) pada tahun 2024.
Menurut laporan keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan, Minggu 29 Maret 2026, pendapatan bersih ARCI melonjak 72,53% menjadi US$496,22 juta pada 2025, dari US$287,62 juta pada periode sama tahun 2024.
Pendapatan ARCI sepanjang tahun 2025 didominasi oleh pasar domestic yakni sebesar US$399,85 juta atau sekitar 80,57% dari pendapatan Perseroan. Sedangkan pasar luar negeri menyumbang pendapatan US$96,37 juta.
Kenaikan pendapatan disertai peningkatan beban pokok penjualan (BPP) ARCI sebesar 26% menjadi US$286,18 juta pada 2025, dari US$227,09 juta periode tahun 2024. Akan tetapi, laba kotor perusahaan holding pertambangan mineral terintegrasi itu melesat 247% jadi US$210 juta dari US$60,52 juta pada 2024.
Di sisi lain, beban penjualan ARCI turun 20,2% menjadi US$476,63 ribu pada 2025, dari US$597,30 ribu periode sama 2024. Adapun beban umum umum dan administrasi meningkat 30,6%, dari US$9,04 juta menjadi US$11,11,81 juta pada 2025. Beban operasi lain turun 61,51% jadi US$1,88 juta dari US$4,89 juta. Laba usaha ARCI melonjak 260,34% jadi US$203,94 juta dari US$56,59 juta pada 2024.
Total aset ARCI per Desember 2025 sebesar US$1,02 miliar, naik 18,64% dari US$865,39 juta per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas ARCI per Desember 2025 sebesar US663,83 juta dengan ekuitas mencapai US$362,92 juta.
Sekedar informasi, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) merupakan perusahaan induk di bidang pertambangan mineral, seperti emas dan perak. Perusahaan tersebut berkantor pusat di Jakarta, perusahaan in. ARCI sendiri merupakan salah satu produsen emas terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. (konrad)
