STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana buyback ini akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham Perseroan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) nanti.
Direksi ARNA dalam keterbukaan informasi yang disampaikan, Senin 2 Maret 2026 menjelaskan, Perseroan menyiapkan dana Rp100 miliar untuk program pembelian kembali (buyback) saham tersebut. Biaya buyback dari kas Perseroan.
Pembelian kembali saham ARNA paling lama 12 bulan setelah tanggal RUPST yakni sejak 9 April 2026 sampai dengan 9 April 2027. Buyback saham ARNA dilakukan pada harga yang lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya. Perseroan telah menunjuk salah satu Anggota Bursa yakni, PT RHB Sekuritas Indonesia untuk mengeksekusi buyback saham ARNA di BEI.
Menurut Direksi ARNA, dengan pembelian saham di bursa secara langsung akan membuat harga saham ARNA menjadi lebih stabil dan berdampak positif bagi para pemegang saham dan Perseroan. Harga saham yang stabil akan memberikan nilai positif dan kepercayaan bagi para pemegang saham dan menumbuhkan kepercayaan kepada para pihak yang berkontribusi kepada Perseroan.
Dengan demikian, Perseroan dapat terus tumbuh dan berkembang dengan dukungan para konsumen, pemasok, kreditur, dan para pemangku kepentingan. Selain itu, diharapkan dengan kestabilan harga akan mendorong menuju nilai yang wajar dan lebih baik dan harga saham tersebut. Sehingga, diharapkan dapat merefleksikan proforma pencapaian kinerja Perseroan yang baik hingga saat ini.
Di Bursa Efek Indonesia, saham ARNA ditutup turun 0,93% menjadi Rp530 per unit pada perdagangan, Senin 2 Maret 2026. Selama periode sepekan, harga saham ARNA telah turun 3,63%, dari Rp550 per saham menjadi Rp530 per saham. (konrad)
