Senin, Januari 12, 2026
25.4 C
Jakarta

Minyak Dunia Tergelincir! Isu Damai Ukraina dan Suku Bunga AS Bikin Harga Anjlok

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan Senin (8/12/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (9/12/2025) WIB. Investor terus memantau perkembangan pembicaraan damai di Ukraina. Pasar juga menantikan keputusan pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat minggu ini.

Mengutip CNBC International, minyak mentah Brent turun US$1,26 atau 1,98% ke posisi US$62,49 per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat melemah US$1,20 atau 2% ke level US$58,88 per barel, di New York Mercantile Exchange.

Kedua kontrak minyak ini sebelumnya menutup sesi perdagangan Jumat di level tertinggi sejak 18 November. Namun, sentimen perdamaian membuat pasar bereaksi negatif terhadap harga. Analis pasar minyak di PVM, Tamas Varga, memberikan pandangannya mengenai situasi ini.

“Jika ada kesepakatan apa pun yang dicapai dalam waktu dekat mengenai Ukraina, maka ekspor minyak Rusia seharusnya meningkat dan memberikan tekanan turun pada harga minyak,” ujar Tamas Varga.

Pelaku pasar saat ini memperhitungkan peluang sebesar 84% untuk pemangkasan suku bunga seperempat poin. Rapat The Fed dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa dan Rabu. Data LSEG menunjukkan pertemuan ini kemungkinan menjadi salah satu yang paling memecah belah dalam beberapa tahun terakhir. Investor pun semakin fokus pada arah kebijakan bank sentral.

Kemajuan pembicaraan damai Ukraina di Eropa masih berjalan lambat. Perselisihan mengenai jaminan keamanan bagi Kyiv dan status wilayah yang diduduki Rusia belum terselesaikan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin Eropa di London pada hari Senin.

Analis ANZ dalam catatan kliennya menyoroti dampak dari langkah politik Amerika Serikat.

“Berbagai potensi hasil dari dorongan terbaru Trump untuk mengakhiri perang dapat melepaskan ayunan pasokan minyak lebih dari 2 juta barel per hari,” tulis analis ANZ.

Analis Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar, menilai gencatan senjata sebagai risiko penurunan utama bagi harga minyak. Sebaliknya, kerusakan berkelanjutan pada infrastruktur minyak Rusia menjadi risiko kenaikan yang signifikan.

“Kami berpikir kekhawatiran kelebihan pasokan pada akhirnya akan terwujud, terutama karena aliran minyak dan produk olahan Rusia pada akhirnya menghindari sanksi yang ada, mendorong harga berjangka secara bertahap melacak menuju US$ 60/bbl hingga 2026,” kata Dhar.

Negara-negara G7 dan Uni Eropa sedang dalam pembicaraan untuk mengganti batasan harga ekspor minyak Rusia. Mereka mempertimbangkan larangan layanan maritim penuh yang dapat membatasi pasokan lebih lanjut. Di sisi lain, AS juga meningkatkan tekanan terhadap Venezuela. Tindakan ini termasuk serangan terhadap kapal yang diduga menyelundupkan obat-obatan terlarang.

Sementara itu, penyulingan independen China meningkatkan pembelian minyak Iran yang terkena sanksi. Pembelian ini menggunakan kuota impor yang baru diterbitkan. Langkah tersebut sedikit meredakan kelebihan pasokan di pasar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Melonjak, Cetak Kenaikan Mingguan 3,9% di Tengah Ketidakpastian Global

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia Harga emas dunia...

Khawatir Gangguan Pasokan di Iran dan Venezuela, Harga Minyak Dunia Kompak Menanjak

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat pada...

Emas Masih ‘Anteng’ di Level USD 4.452, Analis Ramal Bisa Tembus USD 5.000

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru