back to top

Minyak Tembus USD 100, Bursa Saham Eropa Justru Menguat!

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (17/3/2026) waktu setempat. Pergerakan ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak mentah yang kembali melampaui angka USD 100 per barel. Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi menjadi pendorong utama aktivitas pasar.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,6% ke posisi 602,45. Sebagian besar sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,49% ke level 7.974,49. FTSE MIB Italia melonjak 1,22% ke posisi 44.887,54.

Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,83% ke level 10.403,60. DAX Jerman tumbuh 0,71% ke posisi 23.730,92. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,93% ke level 17.248,70.

Harga minyak dunia sempat melonjak hingga 4% pada Selasa sore. Kondisi ini dipicu ketidakpastian atas koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) untuk melindungi pengiriman di Selat Hormuz. Minyak mentah Brent naik 1,5% menjadi USD 101,66 per barel. Minyak West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik hampir 1,2% ke level USD 94,58 per barel.

Saul Kavonic, Kepala Riset Energi di MST Marquee, memberikan pandangannya terkait situasi pasar saat ini. Ia menyoroti perbedaan informasi yang muncul dari pemerintah AS.

“Pesan yang beragam datang dari pemerintahan Trump mengenai durasi perang, karena pasar lebih fokus pada tindakan di lapangan yang tetap eskalatif,” ujar Kavonic.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada CNBC, AS mengizinkan kapal tanker minyak Iran melewati Selat Hormuz. Namun, Presiden Donald Trump mengaku kecewa atas sikap para pemimpin Eropa. Mereka menolak seruan untuk melibatkan negara masing-masing dalam konflik tersebut.

Serangan baru terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah menambah kekhawatiran pasokan global. Di sisi lain, perhatian para pelaku pasar kini beralih ke kebijakan bank sentral. Federal Reserve (The Fed) memulai pertemuan kebijakan selama dua hari sejak Selasa.

Trump memberikan tekanan berkelanjutan kepada The Fed untuk segera menurunkan suku bunga. Namun, perang dengan Iran membuat para trader memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga. Keputusan kebijakan moneter tersebut akan disampaikan pada Rabu waktu setempat.

Sektor utilitas, asuransi, telekomunikasi, serta minyak dan gas menjadi pemimpin penguatan. Sebaliknya, saham teknologi dan industri justru tertinggal dari indeks yang lebih luas. Pergerakan positif di Eropa ini juga mengikuti jejak pasar Asia dan bursa AS yang terpantau menghijau.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Berhasil Menghijau, S&P 500 dan Nasdaq Kompak Menguat

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Asia Ditutup Variatif, Saham Mobil dan Cip Terbang Saat Minyak Mengamuk

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup...

Wall Street Bangkit! Indeks S&P 500 dan Nasdaq Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru