Minggu, Januari 11, 2026
25.1 C
Jakarta

MNC Tourism Indonesia (KPIG) Gelar Private Placement 15 Januari, Bidik Dana Segar Rp78,75 Miliar

STOCKWATCH.ID, Jakarta – PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) bersiap melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Aksi korporasi yang lebih dikenal dengan sebutan private placement ini dijadwalkan berlangsung pada 15 Januari 2026.

Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 514.710.000 saham baru. Setiap saham baru memiliki nilai nominal Rp100 per saham. Adapun harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp153 per saham. Dari aksi tersebut, total dana yang berpotensi diraup perseroan mencapai Rp78,750 miliar.

Langkah strategis ini telah mengantongi izin dari para pemegang saham. Persetujuan tersebut didapat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2025.

Mengutip keterbukaan informasi pada Kamis (8/1), jumlah saham KPIG sebelum penambahan modal tercatat sebanyak 99.342.849.263 lembar. Setelah aksi korporasi ini tuntas, jumlah saham perseroan akan meningkat menjadi 99.857.559.263 lembar.

Hingga kini, total saham yang telah dilaksanakan melalui mekanisme PMTHMETD mencapai 1.785.720.000 lembar. Perseroan mencatat sisa saham yang belum dilaksanakan masih sebanyak 7.969.992.926 lembar.

Direksi KPIG menjelaskan pelaksanaan ini merujuk pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini sesuai dengan Pasal 43A ayat (1) dan (2) POJK Nomor 14/POJK.04/2019. Aturan tersebut merupakan perubahan atas POJK Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Setelah proses eksekusi saham baru selesai, perusahaan akan segera melaporkan hasilnya ke publik. Direksi KPIG menetapkan jadwal pengumuman tersebut pada pekan ketiga bulan ini.

“Pemberitahuan Hasil PMTHMETD: 20 Januari 2026,” tulis Direksi KPIG dalam dokumen pengumuman resminya.

Sebagai informasi, jadwal pelaksanaan ini diumumkan secara resmi melalui surat nomor 002/CS/MNCTOURISM/I/2026. Seluruh tahapan ini dipastikan mengikuti kaidah dan ketentuan yang berlaku di pasar modal Indonesia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Investor Telkom (TLKM) Melejit di Akhir 2025, Danantara Genggam Kendali 52,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

Ekspansi Rumah Tapak, Pengendali Diamond Citra (DADA) Akuisisi PKSI Rp174,8 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru