back to top
Kamis, Januari 22, 2026
23.9 C
Jakarta

Moratelindo Targetkan Sinergi Besar dan Ekspansi FTTH Usai Merger dengan Eka Mas Republik

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo membeberkan rencana besar di balik penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik (EMR). Langkah strategis ini bertujuan memperluas jangkauan infrastruktur digital, terutama pada jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) dan segmen enterprise.

Melalui sinergi ini, MORA bakal menghadirkan cakupan jaringan yang lebih luas bagi pelanggan. Perseroan juga dapat memasarkan produk-produk enterprise kepada calon pelanggan yang sudah ada dalam jaringan FTTH milik EMR.

Manajemen MORA menjelaskan penggabungan ini akan mengoptimalkan belanja modal (Capex). Skala bisnis perusahaan bakal meningkat drastis setelah bisnis FTTH EMR menyatu dengan MORA.

“MORA akan menghasilkan sinergi finansial melalui optimalisasi belanja modal dan pembangunan infrastruktur, khususnya FTTH, dikarenakan antara lainnya skala bisnis yang menjadi lebih besar setelah bisnis FTTH EMR bergabung dengan MORA,” tulis manajemen dalam dokumen penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia, dikutip Kamis (22/1/2026).

Sinergi ini juga menguntungkan EMR karena mendapatkan akses langsung ke infrastruktur backbone MORA yang berkapasitas besar. Hal ini akan meningkatkan stabilitas jaringan, menurunkan latensi, dan menjamin kualitas layanan yang lebih konsisten bagi pelanggan.

EMR memiliki keunggulan kompetitif pada infrastruktur last mile dan model operasional ISP terintegrasi. Perusahaan ini dipimpin oleh manajemen berpengalaman lebih dari 25 tahun di industri telekomunikasi. Per September 2025, EMR mencatat panjang kabel serat optik mencapai 58.455 km dengan total homepass sebanyak 8,79 juta.

Pasca merger, MORA akan tetap mempertahankan merek dagang EMR. Tidak ada perubahan material pada proses bisnis inti maupun produk layanan kedua perusahaan. MORA bertindak sebagai perusahaan yang menerima penggabungan (surviving entity), sementara status badan hukum EMR akan berakhir.

Rencana penggabungan ini dijadwalkan mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 Maret 2026. Perseroan memperkirakan pernyataan efektif dari OJK terbit pada 13 Maret 2026. Pencatatan saham tambahan di Bursa Efek Indonesia ditargetkan pada 23 April 2026.

MORA akan menerbitkan 24,12 miliar saham baru sebagai bagian dari transaksi ini. Jumlah tersebut mewakili 50,50% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penggabungan. Adapun porsi kepemilikan saham publik (free float) diproyeksikan berada pada level 16,74%.

Terkait aspek sumber daya manusia, manajemen memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawan MORA maupun EMR. Perseroan berkomitmen memberikan kompensasi sesuai ketentuan jika ada karyawan yang memilih tidak bergabung. “Sampai dengan tanggal penyampaian dokumen Jawaban ini, tidak terdapat karyawan yang menyatakan ketidaksediaannya untuk bergabung dengan PHPU,” tegas manajemen.

Penggabungan ini juga dipastikan tidak berdampak negatif terhadap Sukuk Ijarah yang telah diterbitkan MORA. Seluruh kewajiban pembayaran imbalan dan cicilan tetap berlaku dan dijamin oleh kemampuan keuangan entitas hasil merger. Per September 2025, liabilitas EMR tercatat sebesar Rp12,87 triliun.

Manajemen MORA menegaskan proses integrasi operasional dan sistem TI menjadi fokus utama. Langkah ini dilakukan guna menyinkronkan SOP dan kebijakan tanpa mengganggu layanan pelanggan. Sinergi ini diharapkan mempercepat pemerataan infrastruktur digital di seluruh Indonesia.

Berdasarkan laporan posisi keuangan proforma yang direviu KAP Mirawati Sensi Idris, perusahaan hasil merger memiliki aset dan arus kas yang memadai. MORA terus berkomunikasi intensif dengan kreditur seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Indonesia Infrastructure Finance, dan PT Bank Central Asia Tbk untuk mendapatkan persetujuan negative covenants.

Proses perizinan di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta notifikasi ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga tengah berjalan sesuai jadwal. Perseroan optimis seluruh syarat prasyarat akan terpenuhi sebelum tanggal efektif penggabungan.

Tiga Keunggulan Kompetitif EMR di Industri Internet Broadband

MORA membeberkan sejumlah keunggulan kompetitif EMR dalam menghadapi persaingan industri internet broadband.

Manajemen MORA menyebut EMR memiliki kemampuan ekspansi dan penetrasi pasar yang berkelanjutan. Hal ini terlihat dari konsistensi pengembangan infrastruktur last mile perusahaan selama ini.

“EMR berhasil mencapai jumlah homes passed yang kompetitif disertai dengan peningkatan penetrasi pelanggan yang berkelanjutan,” tulis manajemen MORA dalam dokumen keterbukaan informasi. Strategi penjualan yang terstruktur menjadi motor penggerak keberhasilan operasional mereka.

Selain itu, model operasional EMR dinilai sangat kuat karena terintegrasi secara penuh. Sebagai penyedia layanan internet (ISP), EMR memiliki kendali langsung atas seluruh rantai nilai. Pengawasan dilakukan mulai dari infrastruktur inti hingga jaringan last mile ke tangan pelanggan.

Model integrasi tersebut memungkinkan EMR menjaga kualitas layanan secara konsisten dan terstandardisasi. Perencanaan infrastruktur perusahaan pun bisa berjalan selaras dengan strategi penjualan yang telah ditetapkan.

Aspek terakhir yang menjadi pembeda adalah tata kelola perusahaan yang berpengalaman. Manajemen EMR saat ini dipimpin oleh jajaran direksi yang memiliki rata-rata pengalaman lebih dari 25 tahun di industri telekomunikasi.

“Kombinasi pengalaman dan pengetahuan industri tersebut menjadi salah satu pondasi yang solid bagi keberlanjutan dan stabilitas operasional jangka panjang perusahaan,” tambah manajemen MORA.

Penggabungan kedua perusahaan ini diharapkan membentuk entitas yang lebih kuat. Melalui kombinasi keunggulan strategis dan teknis, perusahaan hasil merger akan memiliki kapasitas lebih besar dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Berpotensi Rebound, BNI Sekuritas Sarankan ‘Beli’ NCKL, MDKA, VKTR dan Deretan Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

MENN Ungkap Detail Pengendali Baru, Ada Nama Yayasan Milik Nazaruddin?

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN)...

Merger dengan Eka Mas Republik, Saham Free Float Moratelindo (MORA) Terjaga di Level 16,74%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru