Sabtu, Juli 20, 2024
33.5 C
Jakarta

NPI Surplus 4,7 Miliar Dolar AS Triwulan IV 2022, BI: Ketahanan Eksternal Terjaga !

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –  Neraca  Pembayaran Indonesia (NPI) mencatat surplus sebesar 4,7 miliar dolar AS pada triwulan IV 2022. Angka ini meningkat dibandingkan dengan kinerja triwulan sebelumnya yang tercatat defisit 1,3 miliar dolar AS. Adapaun penopang kinerja NPI pada triwulan IV 2022tersebut diantaranya surplus transaksi berjalan yang tinggi dan perbaikan defisit transaksi modal dan finansial.

Menurut Erwin Haryono, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), kinerja NPI pada triwulan IV 2022 tetap solid dan mampu menopang ketahanan eksternal Indonesia. “Transaksi berjalan kembali mencatat surplus, didukung oleh surplus neraca perdagangan barang yang tetap tinggi,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (20/2/2023).

Erwin mengemukakan, transaksi berjalan kembali mencatat surplus sebesar 4,3 miliar dolar AS (1,3% dari PDB). Ini melanjutkan capaian surplus pada triwulan sebelumnya sebesar 4,5 miliar dolar AS (1,3% dari PDB). Kinerja transaksi berjalan tersebut bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang terjaga, didukung oleh harga komoditas ekspor yang tetap tinggi.

“Selain itu, defisit neraca perdagangan migas menurun seiring dengan tren penurunan harga minyak dunia, di tengah kecenderungan peningkatan kebutuhan bahan bakar pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru,” imbuhnya.

Erwin mengemukakan, defisit neraca jasa membaik ditopang kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Ini merupakan dampak positif penyelenggaraan berbagai event internasional selama periode laporan dan pola musiman akhir tahun. Surplus transaksi berjalan juga didorong oleh peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder bersumber dari kenaikan penerimaan hibah Pemerintah. “Sementara itu, defisit neraca pendapatan primer meningkat, dipengaruhi oleh pembayaran imbal hasil investasi kepada investor asing yang meningkat sejalan dengan siklus bisnis dan tren kenaikan suku bunga,” jelasnya.

Kinerja transaksi modal dan finansial membaik seiring kenaikan investasi langsung. Transaksi modal dan finansial mencatat perbaikan dari defisit 5,5 miliar dolar AS (1,6% dari PDB) pada triwulan III 2022 menjadi defisit 0,4 miliar dolar AS (0,1% dari PDB) pada triwulan IV 2022. Kinerja positif ini terutama dipicu oleh investasi langsung yang membukukan peningkatan surplus. Hal ini sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek perbaikan ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga.

Tekanan aliran keluar neto investasi portofolio, lanjut Erwin, juga mulai berkurang. Ini seiring dengan arus masuk di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang mulai berlangsung sejak pertengahan triwulan IV 2022. Selain itu, transaksi investasi lainnya mengalami penurunan deficit. Itu antara lain disebabkan oleh penarikan penempatan swasta di tengah peningkatan kewajiban pembayaran utang luar negeri.

Perkembangan NPI secara keseluruhan tahun 2022 mencatat surplus. Capaian ini didorong oleh kinerja ekspor yang makin kuat sehingga menopang ketahanan sektor eksternal. Surplus transaksi berjalan tahun 2022 naik signifikan mencapai 13,2 miliar dolar AS (1,0% dari PDB) dibandingkan dengan capaian surplus tahun 2021 sebesar 3,5 miliar dolar AS (0,3% dari PDB). “Kinerja tersebut terutama didukung oleh peningkatan ekspor sejalan dengan harga komoditas global yang masih tinggi dan permintaan atas komoditas Indonesia yang tetap baik, di tengah impor yang juga meningkat seiring perbaikan ekonomi domestic,”  tukasnya.

Sementara itu, transaksi modal dan finansial tahun 2022 mencatat defisit 8,9 miliar dolar AS seiring dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Dengan perkembangan tersebut, NPI secara keseluruhan tahun 2022 kembali membukukan surplus sebesar 4,0 miliar dolar AS, setelah pada tahun sebelumnya mencatat surplus 13,5 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2022 tetap kuat yakni sebesar 137,2 miliar dolar AS atau setara dengan pembiayaan 5,9 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional.

“Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.,” pungkas Erwin.

Artikel Terkait

Prabowo: Kebijakan Satu Peta dan PSN Bikin Pembangunan Indonesia Melesat!

STOCKWATCh.ID (JAKARTA) - Presiden terpilih sekaligus Menteri Pertahanan, Prabowo...

Triwulan II 2024, Kinerja Industri Pengolahan Tetap Solid

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) mencatat, kinerja Lapangan...

Kegiatan Dunia Usaha Meningkat di Triwulan II 2024

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI), mencatat hasil Survei...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru